JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno enggan menyalahkan siapa-siapa terkait masih lamanya proses waktu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pasalnya, dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mencopot pejabat terkait mulai dari direksi BUMN dalam hal ini PT Pelindo II (Persero) hingga tingkat menteri.
Menurut Rini, selama ini kinerja BUMN Pelindo II sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok sudah bekerja secara optimal. Hasil dwelling time saat ini adalah kerja optimal yang dapat dilakukan.
"Ya ini seoptimal yang bisa dilakukan (Pelindo II)," kata Rini di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/6/2015).
Menurut Rini, saat ini yang terpenting adalah menyelesaikan masalah masih lamanya proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Penyelesaian proses dwelling time harus dengan semua pihak terkait yang berhubungan dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Jadi kedepan bagaimana sedang melakukan perbaikan-perbaikan yang dapat dilakukan untuk bisa menjadi dwelling time-nya diperpendek dan ini kan sebagai korporasi harus bekerja sama dengan semua pihak yang itu akan diselesaikan, supaya kita bisa perbaiki dwelling time," tegasnya.
Rini menjelaskan, pada dasarnya proses dwelling time adalah proses kerjasama dari semua pihak terkait, bukan hanya operator pelabuhan semata. Pasalnya, didalam pengelolaan pelabuhan, setidaknya ada 18 kementerian/lembaga yang bertanggung jawab dalam proses dwelling time.
"Dwelling time itu kerjasama bersama, jadi semua pihak betul-betul duduk bersama melihat apa yang bisa dilakukan sehingga dwelling time-nya akan berkurang. Karena ini kan semua, Pelindo sendiri, pekerja di dalamnya, proses dokumennya, proses Bea Cukainya, maupun dari syahbandarnya, semua sama-sama," tukasnya.
Seperti yang diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, akan mencopot menteri atau kepala lembaga negara terkait yang masih menghambat proses waktu bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Saya sudah ngomong apa? Kalau dicopot, ya akan dicopot!" tegas Jokowi semalam.
(Rizkie Fauzian)