JAKARTA - PT Pelindo II (IPC) menyatakan, waktu bongkar muat atau dwelling time yang relatif lama hanya terjadi pada kontainer impor.
"Kebanyakan yang lama itu (dwelling time) impor, kalau ekspor paling dua hari," ungkap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC, Saptono Rahayu Irianto di Rumah Dinas Menteri Rini, Sabtu (20/6/2015).
Sementara untuk rata-rata dwelling time, pihaknya mengatakan di kisaran 5,5 hari. Hal ini memang masih jauh dari keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jokowi kembali mengungkapkan keinginannya agar waktu bongkar muat atau dwelling time di pelabuhan-pelabuhan Indonesia mendekati seperti negara-negara tetangga layaknya Singapura. Tercatat, waktu bongkar muat di Singapura tidak kurang lebih dari satu hari.
Sementara itu, terkait dwelling time, Saptomo mengatakan, tanggung jawab Pelindo II hanyalah melakukan bongkar muat, penempatan kontainer yard, dan mengantarkan kontainer keluar. Tugas tersebut sudah dilakukannya secara baik dan sesuai standar internasional.
"Kalau kami sudah melakukan sesuai standar internasional. JICT sudah tiga kali juara terbaik untuk troughput di bawah 4 juta TEUs," tukasnya.
(Widi Agustian)