“Ini dampak dari badai El Nino yang menyebabkan kekeringan lebih panjang. Tapi dampak itu sudah jauh berkurang dibanding tahun lalu dengan periode yang sama yang saat itu mencapai sekitar 159 ribu hektare,”jelas Amran, seperti dilansir Setkab, Kamis (30/7/2015).
Amran mengatakan, penurunan itu tidak lepas dari keputusannya membentuk tim khusus untuk menanggulangi dampak kekeringan yang terjadi sejak Maret-April.
Beberapa langkah strategis telah dilakukan guna mengendalikan agar dampak kekeringan, mulai dari penyaluran 40 ribu pompa air tanah, pembuatan sumur-sumur dangkal di sekitar areal pertanian, pembangunan saluran irigasi, hingga pembuatan embung-embung untuk menampung air ke areal pertanian sekitarnya.
(Rizkie Fauzian)