Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Utama Susi Pudjiastuti Kesal dengan Garam Impor

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2015 |19:03 WIB
Alasan Utama Susi Pudjiastuti Kesal dengan Garam Impor
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan setidaknya ada tujuh perusahaan yang bukan bergerak di sektor industri yang melakukan impor garam, tetapi bukan garam industri melainkan garam untuk konsumsi.

Hal ini lah yang membuat Susi kesal akibat adanya impor garam yang masuk, sehingga merusak harga di pasaran yang membuat petani dalam negeri meradang.

"Ada tujuh PT yang bukan industri, bukan asahi bukan petrokimia bukan chemical, tapi kenapa harus impor (garam) yang aneka pangan," heran Susi di Istana Negara, Jakarta Kamis (6/8/2015).

Susi mengungkapkan, perusahaan-perusahaan garam tersebut seperti PT Garindo, dan seperti L atau Lucia Kuwandi sebagai tersangka dalam kasus dwelling time. L adalah seorang pengusaha impor garam

"Itu Garindo, Luci itu kan impor juga kan. Sudahlah ini sudah ditangani sama polisi. Kan sudah kena Garindo," paparnya.

Kendati demikian, Susi tidak melarang apabila industri melakukan impor garam untuk industri, namun jumlahnya pun harus sesuai. Hal ini dilakukan agar pasokan garam terjaga dan tidak over supply.

"Yang industri silakan impor tapi yang tidak industri tidak boleh impor, Impornya terlalu banyak itu persoalannya jadinya harga petani jatuh. Kan sudah kasi data kemarin," ungkap Susi.

Susi pun sependapat dengan Menteri Perdagangan mengenai garam industri dan konsumsi memiliki spesifikasi yang berbeda. Namun, Susi ingin tetap menjaga keberlangsungan petani garam dalam negeri.

"Kita kan melindungi petani harus dong," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement