"Yang bermasalah yang kita persoalkan. Semua sudah menurun. Tapi dikatakan kan belum negatif. Ngapain nunggu negatif itu sudah kiamat nanti," kata dia.
Meski demikian, dirinya optimistis dengan gerakan pemerintah untuk membuat kebijakan ekonomi yang besar. Hal ini dianggap menjadi rasa sensitif bagi Indonesia yang dapat meniru kebijakan China.
"Kalau dibenahi dengan sungguh-sungguh saya optimis. tapi kalau dibilang enggak ada masalah saya pesimis. Berarti ini orang enggak ada rasa sensitif. Pantesan masih cengangas-cengenges, ketawa-ketawa, masih pada gemuk-gemuk, enggak ngerti kalau ada masalah serius yang dihadapi," tandas dia.
(Fakhri Rezy)