Mantan Ekonom Standard Chartered Eric Sugandi mengatakan, merosotnya cadangan devisa Indonesia menjadi sentimen negatif bagi rupiah.
"Ada faktor sentimen pelaku pasar karena jatuhnya cadangan devisa ke USD103 miliar," singkatnya kepada Okezone.
Anjloknya Rupiah merupakan salah satu imbas tidak kondusifnya perekonomian. Terkait dengan ancaman krisis keuangan yang menghadang, Mantan Wakil Presiden Boediono turut berkomentar. Boediono memandang perlu ada sikap yang cepat dari pemerintah dalam menghadapi tekanan krisis global. Langkah cepat tersebut bisa dilakukan dengan membuat kebijakan yang mampu menggerakkan perekonomian.
Berbeda dengan Boediono, Presiden Republik Indonesia Ketiga BJ Habibie memperingatkan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya memikirkan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Bagi saya, waktu saya memimpin, bukan dolarnya. Yang penting adalah lapangan kerja. Untuk saat ini seharusnya pemerintah siapkan lapangan kerja secepatnya," tutur Habibie di Hotel Shangrila.