
Lemahnya nilai rupiah ini tidak serta merta mendongkrak kinerja ekpor Indonesia. Head of Macroeconomic and Financial Research PT Mandiri Sekuritas Andry Asmoro menjelaskan, pelemahan Rupiah yang seharusnya mampu mendorong nilai ekspor nasional tidak akan terjadi pada tahun ini. Pasalnya, komoditas yang menjadi andalah ekspor terus mengalami penurunan harga.
Bank Sentral AS, the Fed juga menjadi alasan ambruknya mata uang Indonesia. Sikap the Fed yang menunda kenaikan suku bunga acuannya (Fed Rate) membuat ekonomi semakin tidak pasti.
Sementara itu, pengamatan Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, pelemahan mata uang Garuda saat ini lebih karena masih belum adanya sinyal perbaikan pada kondisi ekonomi makro.
