Gubernur BI Agus Martowardojo pun berani mengungkapkan penyebab hancurnya rupiah pada pekan ini. Agus menjabarkan beberapa kendala yang membuat pertumbuhan ekonomi dipangkas serta Rupiah yang tertekan.
"Rupiah tertekan tidak lepas dinamika di dunia masyarakat di dunia khawatir ekonomi Tiongkok, jadi yang negara-negara sumber daya alam akan kena dampak, begitu juga Indonesia," ujar Agus di Kompleks Bank Mandiri.
Menurutnya, semakin penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat Rupiah tertekan. Dirinya pun mengimbau agar masyarakat tidak menambah kepanikan yang membuat stabilitas ekonomi terganggu.
Agus juga mengatakan, hingga akhir tahun nilai tukar rupiah masih akan tertekan.
"Pada kuartal IV 2015 tekanan kurs diperkirakan masih akan berlanjut dengan depresiasi kuartal to kuartal dan year to date lebih rendah, kuartal IV 2015 Rp14.000 per USD (rata-rata rupiah)," ujar Agus di sela rapat asumsi RAPBN 2016. (rzk)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.