"Ini kan ironis ya. Pertamina selalu berkata merugi dan merugi. Kemudian kita masyarkat terutama pelaku industri meminta pemerintah menurunkan harga seperti BBM, gas industri, LPG dan lainnya lantaran harga minyak dan sebagainya sedang menurun. Tapi kita pun tidak tahu, rincian apa yang dibutuhkan oleh Pertamina untuk bantu kerugiannya,"ujarnya dalam diskusi "Senator Kita, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/10/2015).
Bodiono pun heran kenapa Pertamina selalu merugi hingga saat ini. Jika demikian, Pertamina harus transparan dengan apa yang menjadi kesulitan dan kekurangnnya.
"Kita tidak tahu apa yang dilakukan mereka. Ekspor mereka berapa. Impor berapa, mereka jual berapa berdasarkan subsidi. Semua itu kita tahu, jadi bagaimana kita bantunya,"tuturnya.
"Jadi saya minta kejelasan untung ruginya berapa sebenarnya. Jangan melulu selalu merugi,"tambahnya.
Menurutnya, saat ini tinggal menunggu apakah Pertamina kembali ironis dengan keputusan harga BBM yang telah ditetapkan.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.