Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mati di Era Soeharto, Kilang TPPI Tuban Hidup di Zaman Jokowi

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 11 November 2015 |14:32 WIB
   Mati di Era Soeharto, Kilang TPPI Tuban Hidup di Zaman Jokowi
Ilustrasi kilang minyak mentah. (Foto: Okezone)
A
A
A

TUBAN - Kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, telah diterpa berbagai masalah hukum dan bisnis sejak 1995. Namun, kilang ini kembali dioperasikan pada Oktober 2015.

Hal tersebut pun, sesuai dengan target yang diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah beberapa tahun ke belakang kilang tidak beroperasi, Presiden Jokowi pun mengambil langkah guna mengaktifkan kembali kilang terbesar yang ada di Indonesia ini.

"Saya mengambil langkah dengan memisahkan, apa yang menjadi masalah di wilayah hukum dan bisnis, hal ini dilakukannya guna menjalankan kembali kilang terbaik yang ada di Indonesia ini," tutur Jokowi, di kilang TPPI Tuban, Surabaya, Rabu (11/11/2015).

Jokowi menjelaskan, sejak dioperasikannya kilang pada Oktober 2015, sudah 70 persen produksi yang dilakukan di kilang TPPI Tuban. Dirinya pun, menargetkan, hingga akhir 2015, produksi kilang TPPI harus mencapai 100 persen.

"Karena saya sudah targetkan Oktober beroperasi, saya lakukan tinjauan ke sini. Saat ini produksi kilang ini sudah mencapai 70 persen. Saya minta target hingga akhir tahun bisa 100 persen," tuturnya.

Ikut mendampingi peninjauan yang dilakukan Presiden Jokowi, ialah Menteri Badan Usaha Milik Usaha (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetijpto,

Sekadar informasi, kilang TPPI di Tuban, Jawa Timur dibangun sejak 1995 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini. Namun seiring berjalanya waktu, ada masalah yang menerpa kilang TPPI. Mulai dari krisis keuangan, masalah hukum, dan masalah bisnis kilang tersebut.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement