Uji coba di Swedia bisa dikatakan sukses memangkas jam kerja, namun uji coba serupa di Korea Selatan menunjukkan hasil yang berbeda. Di negara tersebut, mengurangi jam kerja dari 44 jam menjadi 40 jam per pekan ditambah jaminan hari libur pada hari Sabtu justru menambah beban kerja.
Jadi, untuk sementara ini bisa dikatakan bahwa pola enam jam per hari tidak cocok untuk semua perusahaan, kata Cali Williams Yost, konsultan kerja di New Jersey, Amerika Serikat.
Diperlukan penyesuaian-penyesuaian di sana-sini kalau memang ingin memangkas jam kerja.
(Widi Agustian)