JAKARTA - Jatuhnya harga komoditas dan tumbangnya Rupiah berimbas para miliarder Indonesia. Tak pelak situasi itu membuat kekayaan miliarder menjadi terkikis.
Bahkan Sukanto Tanoto, bos Asian Agri yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia, harus menerima kenyataan bahwa kekayaannya turun hingga USD1,22 miliar atau Rp16,3 triliun (kurs Rp13.350 per USD). Hasilnya, dia terdepak dari 10 besar miliarder terkaya di Indonesia.
Negara-negara yang tergantung terhadap ekspor bahan baku mentah, tentu saja sangat tergantung akan harga komoditas. Harga bahan baku mentah yang anjlok dapat mendatangkan malapetaka bagi ekonomi, dan tentu saja berdampak kepada pengusaha yang berada di belakang perusahaan besar.
Indonesia yang terkenal dengan ketergantungan akan sumber daya alam otomatis menjadi korban jatuhnya harga komoditas. Anjloknya harga komoditas tentu saja berpengaruh terhadap nasib para pengusaha terkaya Indonesia dalam satu tahun belakangan.
Berikut ini daftar lima orang terkaya di Indonesia
5. Chairul Tanjung, kekayaan bersih: USD4,8 miliar atau setara Rp64,054 triliun (mengacu kurs Rp13.344 per USD).
4. Eka Tjipta Widjaja, pengusaha yang mendirikan perusahaan minyak sawit, bernama Sinarmas Group, memiliki kekayaan bersih: USD5,3 miliar atau setara Rp70,726 triliun.
3. Anthoni Salim, Pendiri Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bogasari Flour Mills, kekayaan bersih USD5,4 miliar atau setara Rp72,060 triliun.
2. Susilo Wonowidjojo, pemilik PT Gudang Garam Tbk (GGRM), memiliki kekayaan bersih USD5,5 miliar atau setara Rp73,395 triliun.
1. Keluarga Hartono, pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Djarum ini mengantongi USD15,4 miliar atau setara Rp205,505 triliun.
Tidak kalah menarik, Jumat 4 Desember kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali melakukan aksi nekat. Apa yang dilakukan oleh Menteri Susi kali ini?