JAKARTA – Produsen tas di industri Tanah Air tidak banyak yang bermain pada segmen khusus untuk para pejuang air susu ibu (ASI). Kebanyakan, tas khusus pejuang ASI dikuasai oleh merek asing.
Gabag merupakan salah satu produk tas khusus ASI yang 100 persen asli Indonesia yang mampu menggebrak pasar. Meskipun perusahaan ini masih berskala industri rumahan, namun omzet yang dihasilkannya bisa tembus hingga miliaran Rupiah.
Direktur sekaligus Founder GabaG Fandy Sundoro mengungkapkan, saat ini kapasitas produksi dari workshop yang dimilikinya bisa mencapai 8 ribu item per bulannya. Sementara dari total produksi tersebut, sekitar 3.200 tas laku tersebut setiap bulannya.
"Jadi dari total produksi sekitar 40 persen yang laku terjual. Kalau dari range harga tas kami, bisa dihitung sendiri omzet kami," tuturnya saat dihubungi Okezone.
Sekedar informasi, saat ini harga dari produk GabaG cukup bervariasi, mulai dari Rp180 ribu hingga Rp500 ribu. Sehingga jika dihitung rentang omzet yang didapat sekitar Rp576 juta hingga Rp1,6 miliar.
Namun Fandy mengaku, untuk memperoleh raihan omzet tersebut bukanlah perkara mudah. Dirinya haru melewati perjuangan yang berat. Pasalnya untuk produk tas ASI di Indonesia sebelumnya dikuasai oleh produk-produk impor.
"Di awal banyak orang anti pati dengan produk lokal. Karena mereka ter-branding produk impor bagus. Memang benar saat itu belum ada yang serius untuk menggarap poduk cooler bag. Tapi seiring berjalannya waktu kami tingkatkan kualitasnya," imbuhnya.
Selain meningkatkan kualitas, Fandy juga gencar melakukan promosi, baik melalui media sosial, hingga ikut dalam program coorporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan mengenai pentingnya ASI untuk anak bayi.
"Selain itu kami juga ikut-ikut komunitas tentang ibu dan anak. Itu semua cukup ampuh," imbuhnya.
Fandy juga memandang, pertumbuhan ekonomi di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas yang tinggi dari masyarakat membuat tas ASI sangat dibutuhkan bagi wanita karir yang sedang menyusui. Terlebih kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI untuk bayi juga semakin meningkat.
"Oleh karena itu GabaG cukup berkembang pesat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan juga sekitar kota pinggiran Jakarta. Karena mereka butuh tas yang bisa menahan kualitas ASI-nya," pungkas Fandy.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.