Asmawi mengaku bisa mengekspor bra batok kelapa tersebut menggunakan jasa salah satu perusahaan eksportir yang berlokasi di pulau Bali. Tak tanggung-tangung, biasanya dia memproduksi 1.000 bra batok untuk memenuhi satu kali pesanan ekspor.
Dalam setiap pengiriman Asmawi mengaku bisa mengantongi omzet senilai Rp12 juta. Pasalnya dirinya membanderol produk bra batoknya seharga Rp12 ribu per produk.
Pria asal Madura ini mengaku mendapat ide untuk memproduksi bra batok pada 2013 lalu. Padahal awalnya Asmawi hanya memproduksi pernak-pernik Dan hiasan dari batok kelapa seperti gelas, mangkuk, perhiasan dan beragam jenis patung berbentuk hewan.
"Waktu itukan produk kerajinan batok sepi permintaan. Ya kita bikin cari ide baru lagi. Niatnya si untuk lucu-lucuan," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.