Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kawasan Reklamasi untuk Perluas Lahan Hunian

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 30 Maret 2016 |12:15 WIB
Kawasan Reklamasi untuk Perluas Lahan Hunian
Ilustrasi: scienceinpublic
A
A
A

JAKARTA - Mahalnya harga tanah membuat kawasan pantai kini dilirik pengembang. Melalui reklamasi, kawasan pantai kini siap dijadikan kawasan permukiman baru. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan, ada kelebihan dan kekurangannya.

Namun dengan perkembangan kebutuhan perumahan yang cukup masif maka salah satu pilihannya adalah reklmasi. ‘’Reklamasi ini sukses dilakukan sukses di Hong Kong dan Singapura dan Dubai, hasilnya cukup bagus,’’ujarnya kepada Koran SINDO di di Jakarta, belum lama ini.

Dia menegaskan, hal yang harus diperhatikan oleh pengembang yakni tidak mengganggu ekosistem. Ketika pengembang melakukan reklamasi maka cost yang dikeluarkan lebih rendah dibandingkan membebaskan tanah di darat. ‘’Jadi perlu dibuat hunian untuk masyarakat menengah perkotaan (urban society) sebagai kompensasi,’’tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama menegaskan, proyek reklamasi pantai Teluk Jakarta yang membentuk 17 pulau akan tetap dilanjutkan. Dia menilai proyek reklamasi tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap warga yang tinggal di pesisir Utara Jakarta. "Warga pesisir justru akan mendapatkan dampak positif kok dari reklamasi tersebut.

Apalagi, proyek ini akan menambah luas lahan di Jakarta. Dan Pemprov DKI akan langsung mendapatkan tanah yang bersertifikat seluas 51 hektare," kata Ahok sapaan Basuki.

Menurut Ahok dengan pertumbuhan penduduk yang demikian tinggi tentu DKI Jakarta membutuhkan lahan tambahan yang cukup luas untuk mendukung kegiatan warganya. Jika tanpa reklamasi akan sulit kebutuhan tersebut dipenuhi.

Sementara itu nelayan Muara Angke menyatakan tetap mendukung program Pemda DKI untuk melakukan reklamasi Teluk Jakarta. "Selama ini hasil tangkapan kami tidak terpengaruh kok dengan adanya reklamasi. Sebab kami mencari ikan agak ke tengah laut. Sedangkan reklamasi dilakukan di pinggir pantai,” kata Bani salah seorang nelayan Muara Angke.

Dia juga mengaku tidak pernah menemui kendala apapun dan tetap bisa melaut serta menangkap ikan seperti biasa. Karena itu dia merasa heran adanya penolakan yang berlebihan atas kegiatan reklamasi.

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan kajian mendalam yang melibatkan sejumlah pakar di bidang masing-masing. Saat ini banyak anak-anak nelayan yang tidak lagi tertarik melaut. Tentunya mereka membutuhkan alternatif pekerjaan lain yang ternyata bisa disediakan di lingkungan pulau buatan yang peruntukannya antara lain untuk permukiman, pusat bisnis dan perkantoran.

Pulau buatan pun menurutnya akan membantu pemerintah mengurangi pengangguran di Jakarta. "Pusat bisnis dan perkantoran itu tentu membutuhkan tenaga kerja. Yang paling dekat kan tenaga kerja dari sekitar Muara Angke. Lagipula nanti pemerintah terbantu dengan adanya lapangan pekerjaan baru, di pulau reklamasi itu," katanya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement