JAKARTA - Urban density atau kepadatan dalam ruang Kota Jakarta diyakini masih rendah. Hal tersebut yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah ketimbang membuat pulau rekayasa di Teluk Jakarta.
Pasalnya, menurut arsitek pemerhati perkotaan dan pengurus nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aditya W Fitrianto, saat ini bangunan tinggi sementara hanya berpusat di area Jakarta Pusat dan Selatan, sehingga tidak terjadi pemerataan pembangunan properti. (Baca juga: Rencana Reklamasi Perlu Dievaluasi Ulang)
"Dari segi pemerataannya sekarang kan kita tahu yang tinggi-tinggi terpusat di tengah saja, sekarang permukiman banyak yang masih rendah-rendah (rumah tapak)," ujar Aditya kepada Okezone, Senin (4/4/2016).
Aditya mengatakan, untuk itu pembuatan pulau rekayasa di Teluk Jakarta dinilai tidak perlu. Selain memiliki dampak negatif terhadap ekosistem juga terhadap lingkungan.(Baca juga: Reklamasi Jadi Ancaman bagi Ekosistem Teluk Jakarta)
"Saya pikir, apa butuh? dibanding negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia, Jakarta masih terbilang besar banget, rumah juga masih banyak yang rendah, tapi ya itu mungkin mau cari yang gampang dan dapat tambahan pendapatan," pangkasnya
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.