Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Idealnya Bunga DIRE Kisaran 7,5-8%

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Selasa, 12 April 2016 |08:16 WIB
Idealnya Bunga DIRE Kisaran 7,5-8%
(Ilustrasi: Business Today)
A
A
A

JAKARTA - Semenjak pemerintah telah mengurangi Pajak Penghasilan (PPh) final dari 5 persen menjadi 0,5 persen untuk perusahaan yang menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif-Dana Investasi Real Estat (KIK-DIRE), banyak pengembang yang menyatakan minatnya. Bahkan, tak sedikit pula investor dalam negeri yang ingin segera mencaplok skema investasi yang masih tergolong minim di Indonesia ini.

Senior Associate Director Investment Colliers International Indonesia Aldi Garibaldi mengatakan, imbal hasil (yield) dari KIK-DIRE yang wajar didapatkan oleh investor adalah berkisar antara 7,5 hingga 8 persen.

"Kalau DIRE mungkin 7,5-8 persen sudah cukup menurut saya untuk mendapatkan income (yield)," ujarnya ketika berbincang dengan Okezone, di kantornya, belum lama ini.

[Baca Juga: Investor Ingin Imbal Hasil DIRE hingga 9%]

Dia menjelaskan, angka tersebut atas dasar pertimbangan KIK-DIRE merupakan terdiri dari atas komponen ekuitas yang tidak dapat disamakan dengan obligasi swasta/perusahaan (corporate bond) yang selama ini yield-nya mencapai 9 persen.

Oleh sebab itu, selama ini banyak investor yang kurang memahami mengenai imbal hasil (yield) obligasi swasta dengan KIK-DIRE. Sebab, lanjut dia, imbal hasil (yield) keduanya sering kali disamakan.

"Persepsinya harus dikembalikan di jalur yang benar karena namanya DIRE itu adalah equity komponen. Kalau equity komponen enggak segitu (8-9 persen) tingginya. Masa' disamain sama corporate bond. Mestinya di bawah corporate bond. Tapi apakah di atas equity yang lain? Ya harusnya di atas," papar dia.

Lebih lanjut dia menerangkan, imbal hasil (yield) KIK-DIRE yang ideal memang seharusnya berada di antara komponen ekuitas dan obligasi (bond).

[Baca Juga: Yield DIRE Dinilai Kurang Menarik bagi Investor Properti]

"DIRE ini berdirinya di tengah-tengah antara equity dengan bond," pungkasnya.

(dhe)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement