Sofyan Djalil Curhat Pernah Kena Perangkap Babi Hutan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 20 April 2016 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 20 320 1367805 sofyan-djalil-curhat-pernah-kena-perangkap-babi-hutan-Zk8IPc7KIz.gif Menteri PPN Sofyan Djalil (Foto : Okezone)

JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional ternyata memiliki kisah unik ketika masih berada di bangku sekolah. Kala itu, Sofyan mengisahkan pernah terperangkap oleh jebakan babi hutan di tengah sawah.

"Waktu saya kecil saya pernah kena perangkap babi yang dipasang tetangga saya di sawah. Itu pelanggaran katanya, dia pasang di siang hari. Itu tidak boleh," kata Sofyan dalam acara pembukaan musyawarah rencana pembangunan nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Namun, akibat kearifan lokal, hal ini dapat diselesaikan secara hukum adat. Menurut Sofyan kearifan lokal inilah yang harus dipertimbangkan oleh Indonesia dalam memberikan hukuman terhadap setiap kesalahan dalam melanggar aturan.

"Karena ada kearifan lokal permasalahan selesai, melalui restorative justice. Tinggal dibahas bersama-sama. Kalau ini kita terapkan maka akan semakin sedikit orang yang masuk penjara," ungkap Sofyan.

[Baca juga: Pidato ke UNICEF, Menteri Sofyan Lebih Pede Pakai Bahasa Indonesia]

Berdasarkan kisah ini, lanjut Sofyan, pemerintah perlu menghargai hukum adat dan hukum tak tertulis yang berlaku pada setiap daerah. Sebab, apabila hukuman formal diterapkan secara baku, maka hal ini juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah yang masih bergantung pada hukum adat, seperti aturan pembatasan tanah ulayat.

"Pada negara maju dimungkinkan restorative justice. Misal di Belanda itu juga ada. Bayar 3.000 Gulden atau masuk penjara. Ini harus diterapkan di Indonesia," ungkap Sofyan.

Dengan begitu, maka setiap daerah memiliki hak untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan hukum adat. Sehingga, baik dalam hal pertanian maupun persoalan perdagangan di berbagai daerah tidak selalu dibawa ke ranah hukum. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan berlandaskan aturan daerah dapat berkembang pada setiap daerah di Indonesia.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini