LEBAK - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten diminta ikan mas 'si nyonya' dihakpatenkan sehingga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dari daerah lain.
"Kami sejauh ini belum menerima laporan ikan mas 'si nyonya' dihakpatenkan produk asli ikan mas dari Banten," kata Rosid (45),seorang peternak budidaya ikan tawar di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Jumat (15/7/2016).
Menurut dia, pada era tahun 1950-1980 bahwa ikan mas "si nyonya" lebih dikenal di masyarakat dibandingkan ikan mas Majalaya yang saat ini dipasok dari Cianjur.
Masyarakat jika menggelar pesta pernikahan maupun sunatan anak selalu menghadirkan hidangan ikan mas "si nyonya".
Kelebihan ikan mas lokal tersebut, selain beratnya bisa mencapai 20 kilogram juga warnanya unik dengan kuning kemerahan dan sisiknya cerah serta matanya sipit.
Selain itu juga rasanya cukup nikmat, gurih dan beraroma karena pengembangan budidaya ikan mas si nyonya di persawahan.
Begitu juga waktu masa panennya begitu cepat dengan tiga bulan dapat menghasilan pendapatan ekonomi keluarga.
Kebanayakan ikan mas "si nyonya" itu berkembang di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon.
Karena itu, pihaknya mendesak DKP Provinsi Banten dapat menghakpatenkan ikan mas si nyonya tersebut.
"Kami yakin jika ikan mas itu dihakpatenkan dipastikan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi peternak ikan tawar," ujarnya.
Salah seorang tokoh pendiri Banten Hasan Alaydrus mengatakan pihaknya mendukung ikan mas "si nyonya" dihakpatenkan karena asli produk lokal dari Provinsi Banten.
Bahkan, dulu Provinsi Banten mampu berswasembada ikan mas "si nyonya.
Namun, pihaknya merasa prihatin sejauh ini Provinsi Banten yang sudah berdiri belasan tahun belum mampu berswasembada ikan mas "si nyonya" tersebut.
Keprihatinanya itu, kata dia, saat ini ikan mas yang ada di Banten didatangkan dari Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat.
"Kami berharap Provinsi Banten mampu berswasembada ikan mas "si nyonya" sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tidak memasok dari luar daerah," katanya.
Kepala Bidang Produksi Ikan Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak Dadang Lesmana mengharapkan DKP Banten mematenkan ikan mas si nyonya sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi peternak.
Sebab, ikan mas lokal itu berasal dari Provinsi Banten dan pernah memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Namun, kata dia, saat ini produksi ikan mas "si nyonya" berkurang akibat tidak adanya hak paten itu.
"Kami ke depan agar ikan mas "si nyonya" dihakpatenkan dan kembali mampu berswasembada," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.