Akibatnya, terjadi kekhawatiran jika laju ekonomi didorong dengan belanja maka akan terjadi shortfall pajak. "Karena tahun lalu government spending sudah besar. Jadi tantangannya, bisa enggak spending besar dengan resiko pajak tidak tercapai," jelasnya.
Menurut dia, jika memang pajak tidak tercapai maka harus ada adjustment yang dilakukan oleh pemerintah pada subsidi, seperti listrik atau BBM. Meski demikian, dia melihat Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak akan melakukan hal-hal yang membuat investor panik.
"Saya pikir Sri Mulyani akan melakukan adjustment dengan elegan. Maka itu akan membawa sentimen positif ke investor," tutur dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.