Share

Gubernur BI Minta Pemerintah Hati-Hati Salurkan Bansos

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2016 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 18 320 1466999 gubernur-bi-minta-pemerintah-hati-hati-salurkan-bansos-fPdVfoCBXC.jpg Gubernur BI Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah hari ini melakukan peluncuran kartu program e-warong (e-warung Gotong Royong) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, juga diluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera dengan layanan dari sistem pembayaran Himpunan Bank Negara.

Peluncuran kartu ini dilakukan di Kampung Rawa RT 17 RW 4, Kecamatan Johar Baru, Jakarta. Turut hadir dalam acara ini Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Menkominfo Rudiantara, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa serta beberapa pimpinan Bank BUMN. Selain itu, juta turut hadir perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta.

Agus Martowardojo pun mengapresiasi program ini. Menurut Agus, hal ini mencerminkan upaya pemerintah untuk dapat mengembangkan ekonomi masyarakat dan memperkuat inklusi keuangan serta menekan penggunaan uang tunai di Indonesia. (Baca juga: Belanja di Warung Tak Lagi Perlu Gunakan Uang Tunai)

"Kami lebih mendukung. Karena yang punya program ini adalah BUMN, Bulog, Mensos. Kami ingin secara khusus ucapkan selamat kepada Ibu Khofifah karena ini sudah program yang ketujuh. Kita masih dalam rangka bersyukur bahwa Indonesia sudah 71 tahun merdeka. Dan pesan Khusus oleh Presiden lakukan kerja nyata. Program ini sesuai dengan kerja nyata," kata Agus di Kampung Rawa, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Namun, Agus mengingatkan agar pemerintah hati-hari menerapkan program ini. Pemerintah pun perlu memperketat aturan dalam pemberian kartu pada setiap masyarakat di seluruh daerah di Indonesia.

"Kita juga harus tetap menggunakan prinsip kehati-hatian, paling tidak ini harus untuk masyarakat yang telah 2 tahun yang sudah disini, lalu sudah ada kerja. Karena kalau kita lindungi nanti sampai 60 juta kalau tidak hati-hati nanti bisa berdampak pada yang seharusnya tidak dilindungi menjadi dilindungi," imbuhnya.

Seperti diketahui, program inklusi keuangan saat ini memang tengah gencar dilakukan. Menurut Agus saat ini telah terdapat 114 ribu agen laku pandai yang tersebar pada beberapa wilayah. Inklusi keuangan ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan layanan terintegrasi.

"Nanti bantuan harus diberikan dalam satu kartu, tidak lima kartu atau masing-masing dari Mwnteri sosial agama, pendidikan, dan lainnya," tutupnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini