Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenaikan Harga Rokok Tak Untungkan Petani Tembakau

Prabowo , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2016 |14:48 WIB
Kenaikan Harga Rokok Tak Untungkan Petani Tembakau
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

YOGYAKARTA - Rencana pemerintah menaikan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus disambut sinis asosiasi petani tembakau. Begitu juga konsumen yang tak lain perokok. Usulan yang menjadi berbincangan hangat di tengah masyarakat itu dinilai kurang pas.

"Kasihan konsumen kalau harga rokok segitu (begitu tinggi,red)," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sunaryo dikonfirmasi wartawan, Senin (22/8/2016).

Selain itu, kata dia, kenaikan harga rokok yang mencapai dua kali lipat itu tidak berimbas pada petani tembakau. Sebab, selama ini kenaikan harga rokok tak diimbangi dengan kenaikan harga tembakau milik petani.

"Yang dulu misalnya rokok Gudang Garam seharga Rp 6.000, harga tembakau rata-rata Rp 60 ribu perkilo. Kemudian harga rokok dinaikan jadi Rp 10.000, harga tembakau tetap," ujarnya.

Artinya, lanjut dia, kenaikan harga rokok tidak memberi keuntungan petani tembakau. Menurutnya ada lebih dari 6 juta petani tembakau yang tersebar di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah sudah mengambil cukai cukup tinggi. "Pemerintah itu kan sudah banyak mengambil cukai, sudah ratusan triliun per tahun kok," centilnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement