JAKARTA - Petroliam Nasional Berhad (Petronas) mengakui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sekira 1.000 karyawan dilakukan agar perusahaan lebih efisien.
Sebagaimana diketahui, anjloknya harga minyak dunia belakangan ini memukul perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas).
"Yang di Malaysia betul kami terpaksa review balik untuk lebih efisien, kami akan rivew people dan investasi, supaya balance," kata Country Chairman Petronas Indonesia Mohamad Zaini Md Noor di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Namun dia meyakini, karyawan PHK hanya karyawan yang kinerjanya tidak terlalu baik. Sementara untuk karyawan yang berprestasi akan tetap dipertahankan. Dia pun berharap ke depan harga minyak dunia kembali stabil agar bisnis di sektor migas kembali berjalan normal.
"Jadi kami terpaksa tengkuk balik, staf yang hard performance kita maintain. Hopefully harga minyak di masa depan akan stabil," tukasnya.
Untuk diketahui, Laba Petronas merosot 96 persen di kuartal II sebagai dampak dari penurunan harga minyak yang lebih rendah dari tahun lalu. Laba Petronas turun menjadi 348 juta ringgit Malaysia atau Rp1,142 triliun (setara Rp3.282 per ringgit Malaysia) dalam tiga bulan. Periode yang sama tahun lalu laba mencapai 9,1 miliar ringgit Malaysia.
Petronas di awal tahun ini mengatakan ada perubahan struktur bisnis yang mengakibatkan PHK 1.000 karyawan. Perusahaan minyak ini memiliki 51.000 karyawan pada akhir 2014. Perusahaan berencana menurunkan capex sebesar 20 miliar ringgit Malaysia pada 2016.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.