Image

2 TAHUN JOKOWI-JK: Hembusan Angin Segar Reforma Agraria

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 19 470 1519217 2-tahun-jokowi-jk-hembusan-angin-segar-reforma-agraria-gwvxOcrDpR.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla memasuki dua tahun. Sejumlah sektor menjadi fokus pemerintahan dalam dua tahun terakhir ini. Salah satunya adalah bidang agraria yang tidak luput dari perhatian.

Presiden Jokowi mencanangkan reforma agraria yang selama dua tahun ini dijalankan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dengan program redistribusi dan legalisasi aset tanah.

Dalam laporan Capaian 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK yang dilansir oleh Kantor Staf Presiden Republik Indonesia menjelaskan, sasaran dari program di bidang pertanahan tersebut akan menyasar lahan-lahan HGU yang terlantar dan tanah negara yang tidak termanfaatkan untuk diredistribusikan kepada para buruh tani sekaligus melegalisasi atas tanah negara.

Tahun 2015, laporan tersebut mencatat realisasi legalisasi aset tanah mencapai 836.921 bidang dengan luas lahan kurang lebih sebesar 188.307 ha. Sedangkan untuk 2016 sendiri, legalisasi aset ditargetkan mencapai 1.050.073 bidang tanah dengan luas 236.266 ha.

Kemudian dalam aspek redistribusi pada 2015 telah dilakukan sebanyak 90.829 bidang yang luasnya mencapai 63.985 ha. Untuk 2016 sendiri redistribusi ditargetkan sebesar 175.000 bidang dengan luas 123.280 ha.

Selain itu identifikasi tanah terlantar pada 2015 ditargetkan mencapai 119 yang hanya mampu terealisasi sebanyak 91. Sedangkan tahun 2016 Kementerian ATR menargetkan mampu mengidentifikasi sebanyak 205 namun baru terealisasi 66.

Penanganan sengketa dan konflik agraria yang berhasil ditangani pada 2015 sebanyak 515 kasus dengan jumlah 932 kasus konflik sengketa agraria. Di tahun 2016 teridentifikasi sebanyak 2.642 kasus dengan 251 kasus yang selesai.

Adapun tujuan Reforma Agraria diantaranya untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan lahan, mencegah krisis ekologi, mengatasi konflik, mengurangi kemiskinan, dan menurunkan ketimpangan ekonomi di pedesaan.

"Semangat reforma agraria ialah terwujudnya keadilan dalam penguasan tanah, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, wilayah dan sumber daya alam," kata Presiden Jokowi. (fir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini