Selain Website, Manfaatkan Media Sosial dalam Bisnis Penting Dilakukan

Rabu 16 November 2016 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 16 320 1543313 selain-website-manfaatkan-media-sosial-dalam-bisnis-penting-dilakukan-cGW7pZThkI.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tampilan yang unik dalam membangun brand adalah hal yang penting dilakukan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti informasi yang detil juga diperlukan, misalnya membuat website. Pembuatan website akan menunjang peran media sosial.

Chairman and President South East Asia DM-IDHolland Daniel Surya mengatakan, ketika kita masuk ke dalam website-nya yang user friendly, kita dapat memersonalisasi rencana berlibur kita secara digital. Memilih dan menempatkan sendiri tempat berlibur favorit kita di Singapura secara virtual dan yang paling menarik adalah kita bisa membagi dan merekomendasikan agenda perjalanan kita kepada para komunitas digital lainnya melalui beragam social media tools.

Adanya penyebaran informasi yang menarik, cepat dan efisien lewat social media meningkatkan jumlah pengunjung potensial yang mau berkunjung ke Singapura. Contoh lainnya adalah cara inovatif dengan memanfaatkan jejaring sosial media yang dilakukan destination brand Discover Ireland, Irlandia.

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari Jerman yang merupakan salah satu target market pariwisata terbesar di sana, Discover Ireland merangkul blogger Jerman terkenal Kai Müller dengan tajuk Mission Ireland.

Kai Müller diminta untuk melakukan sebulan perjalanan di berbagai lokasi dan pelosok Irlandia serta merekam jejak pengalamannya pada sebuah blog travel dan sosial media seperti Facebook/Twitter yang memang khusus dibuat untuk Mission Ireland.

Yang menarik adalah di mana para komunitas digital blog Kai Müller dapat menentukan spot-spot destinasi mana yang akan dituju serta memberikan misi dan tantangan bervariatif serta menghibur yang harus diselesaikan oleh Kai Müller di lokasi-lokasi di Irlandia. Yang dikomunikasikan bukan lagi sekadar keindahan sebuah lokasi pariwisata,namun pengalaman menarik serta sudut pandang unik dari orang yang sedang melakukan sebuah perjalanan. Tercipta sebuah hubungan yang erat dan lebih humanis antara destination brand dan target market-nya.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sebagus apapun lokasi sebuah tempat, atau seindah apapun tampilan visual dari brandmark atau website dari sebuah destination brand, tetapi kita tidak dapat memanfaatkan kemajuan dunia komunikasi dengan baik dan masih bersifat informasi satu arah serta melakukan hal-hal konvensional dalam menjaring pengunjung, maka destination brand tersebut akan sulit untuk berkumandang gaungnya. “Juga kurang diketahui khalayak ramai,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini