Share

Asian Agri Bangun Dua Lagi PLTBg

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 17 November 2016 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 17 320 1543754 asian-agri-bangun-dua-lagi-pltbg-m882Nv5Qrs.jpg Foto: Koran Sindo

PELALAWAN - Asian Agri terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebagai bentuk komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.

Saat ini perusahaan kelapa sawit tersebut sedang membangun lagi dua pembangkit listrik untuk memenuhi target 20 unit pada 2020. Dua PLTBg yang sedang dibangun berlokasi di Langgam, Riau, dan Tungkal Ulo, Jambi. Direktur Asian Agri Freddy Widjaya mengatakan, perusahaannya mendirikan pabrik biogas sebagai salah satu solusi unggul dalam pengelolaan limbah pabrik sawit.

Limbah tersebut diproses kembali menjadi alternatif energi hijau dalam mendukung kebutuhan listrik rakyat masyarakat sekitar. ”Pabrik PLTBg yang didirikan Asian Agri merupakan bentuk tanggung jawab kami terhadap kelestarian lingkungan.

Tidak hanya menjalankan bisnis perusahaan, kami berusaha agar limbah dari pengolahan sawit dapat menjadi sebuah hal yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan juga masyarakat,” ujar Freddy di Riau, Selasa (15/11). Kemarin KORAN SINDO dan Sindonews.com berkesempatan melihat langsung salah satu power plant berbahan bakar biogas di PMKS (pabrik minyak kelapa sawit).

Buatan Satu milik PT Inti Indosawit Subur, anak usaha Asian Agri. Hingga saat ini, Asian Agri telah membangun lima PLTBg di Riau, Jambi dan Sumatra Utara, yang masing-masing berkapasitas 2 megawatt (MW). Untuk kebutuhan operasional pabrik, listrik yang dibutuhkan adalah sekitar 700 KW, sehingga masih ada sisa listrik (excess power ) sebesar 1,3 MW.

Seandainya satu rumah sederhana membutuhkan 900 watt, maka kelebihan listrik Asian Agri ini dapat dimanfaatkan untuk 7.000 rumah lebih. Dengan begitu, akan ada banyak kebutuhan listrik perumahan rakyat yang dapat didukung oleh PLTBg Asian Agri. Manager Pabrik Buatan Satu Asian Agri Parnel Saragih mengatakan, PLTBg yang dikelolanya sudah dibangun sejak 2015 lalu.

Sejauh ini PLTBg Buatan Satu telah mampu mengaliri listrik kawasan areal perkebunan Asian Agri. Demi meningkatkan daya listriknya, pihaknya akan menambah satu mesin PLTBg lagi. ”Sudah ada. Kita tinggal memasangnya saja,” katanya. Dengan penambahan ini akan menambah jumlah mesin menjadi dua.

Dan terkait kelebihan daya listrik, Asian Agri sedang melakukan penjajakan untuk menjualnya ke PLN. ”Masih belum deal. Tapi, kita berencana untuk menjual kelebihan listrik kami ke PLN,” jelasnya. Perusahaan kelapa sawit yang didirikan oleh Sukanto Tanoto ini menargetkan akan membangun hingga 20 unit hingga 2020.

Dengan demikian, pada tahun tersebut akan ada sebanyak 28.000 rumah yang dapat menikmati tenaga listrik ini. Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) sejak 1979 dan hingga kini mempekerjakan sekitar 25.000 orang.

Sejak tahun 1987 Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia yaitu Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi( PIRTrans). Saat ini perusahaan ini mengelola 100.000 Ha lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 ha perkebunan kelapa sawit.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini