BOYOLALI - Peternak sapi perah di Dukuh Kebonmoyo, Desa Karangnongko, Kabupaten Boyolali mengeluh rendahnya harga beli susu di tingkat peternak. Peternak di sana pun mulai mencari alternatif atau sumber pendapatan lainnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Salah seorang peternak sapi perah Parman menceritakan sulitnya mengimbangi biaya pakan dengan penjualan susu sapi perahnya. Saat ini, Parman memiliki delapan ekor sapi perah, dengan kondisi empat yang mampu berproduksi dan empat lagi dalam masa bunting atau kering kandang.
Saat memasuki usia 6,5 bulan kering kandang, sapi tersebut tidak bisa lagi diperah susunya. Alhasil ada biaya ekstra untuk pakan karena sapi tidak ada penghasilan harian dari sapi perah tersebut.
"Kalau enggak kuat gitu ya kita jual pedet (anak sapi). Ada istilah sapi makan pedetnya. Ini ketika produksi minim. Apalagi sekarang dari delapan sapi yang produksi hanya empat," ujarnya di Dukuh Kebonmoyo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/11/2016).
Menurutnya, jual pedet ini menjadi salah satu alternatif memenuhi kebutuhan hidup. Harga pedet terendah yang dijual sekira Rp4 juta, dengan uang tersebut biaya pakan dan kebutuhan hidup dapat terpenuhi.
"Saya jual pedet umur dua bulan. Jualan untuk pedet jantan lebih Rp5 juta, kalau betina Rp3-4 juta," tuturnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.