Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Enggar Sebut RCEP Lebih Menguntungkan dari TPP

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2016 |17:03 WIB
Mendag Enggar Sebut RCEP Lebih Menguntungkan dari TPP
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

SERPONG - Pemerintah Indonesia belum memutuskan keikutsertaan dalam perjanjian kerjasama dagang Trans Pacifik Partnership (TPP). Di tengah ketidakpastian keikutsertaan tersebut, pemerintah mulai melakukan proses perjanjian dagang Regional Comprehensivie Economic Partnership (RCEP).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, RCEP memiliki dampak positif untuk perekonomian 16 anggota RCEP. Seperti, terus-menerus melakukan negosiasi dagang antarnegara RCEP.

"Tetapi yang lebih penting harus memastikan bahwa negosiasi memberikan dampak positif untuk prospek ekonomi regional dan global," ujar Enggartiasto di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (6/12/2016).

Orang nomor satu di Kementerian Perdagangan ini melanjutkan, dengan bergabungnya 16 negara di RCEP maka total populasi masyarakat mencapai 3 miliar orang atau 45% dari populasi dunia. Artinya, ada potensi ekonomi dalam perjanjian RCEP.

"PDB gabungan sekira USD22,4 triliun, dan 30% dari perdagangan dunia. PDB gabungan ekonomi RCEP telah melampaui PDB gabungan kemitraan Trans Pasifik pada 2007," tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement