Image

Duh, Asuransi Pertanian Kurang Diminati Padahal Bikin Untung

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 11:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647033 duh-asuransi-pertanian-kurang-diminati-padahal-bikin-untung-az9STkpzpy.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BLITAR - Petani di Kabupaten Blitar sepertinya kurang meminati program asuransi usaha tani padi (AUTP) yang ditawarkan pemerintah. Sudah setahun (mulai 2016) disosialisasikan, hanya 10% petani yang bergabung dan mendaftar.

“Sampai saat ini memang baru 10% yang mendaftar AUTP,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Blitar Eko Priyo Utomo kemarin.

Total luas lahan pertanian di Kabupaten Blitar mencapai 3.000 hektare. Dengan persentase 10%, lahan pertanian yang terlindung asuransi hanya 300 hektare. Dengan menjadi peserta AUTP, petani berkewajiban membayar premi Rp36.000 per hektare atau Rp6.000 -Rp15.000 per bulan untuk luas lahan 0,7 hektare.

Keuntungannya, setiap gagal panen akibat hama, faktor cuaca, kekeringan, atau banjir, petani memperoleh ganti rugi. Hanya, klaim sebesar Rp6 juta per hektare baru bisa cair bila kerusakan atau gagal panen mencapai lebih dari 70%. “Pada sisi bisnis petani telah diuntungkan sebab pemerintah telah memberikan jaminan bila terjadi gagal panen karena sebab tertentu,” jelas Eko.

Meski diuntungkan, tidak banyak petani yang tertarik mendaftar AUTP. Dari informasi, beredar mitos di masyarakat bahwa ikut asuransi sama dengan mengharapkan datang bencana sehingga membuat sedikit petani berminat ikut asuransi. Selain itu, tidak banyak petani yang memiliki lahan berukuran luas. Karena itu, mereka menganggap asuransi bukan hal penting.

Bahkanbanyakpetaniyangbercocok tanam di lahan milik orang lain alias berstatus buruh tani. Kendati demikian, Eko lebih beranggapan belum maksimalnya AUTP lebih karena faktor baru dan sosialisasi yang masih kurang. Waktu setahun (2016), kata dia, belum cukup untuk mengenalkan program ke seluruh petani. Karena itu, pada 2017 sosialisasi akan terus ditingkatkan.

“Ini program baru. Karena itu, wajar jika masih banyak yang belum tertarik. Dengan sosialisasi kami optimistis para petani akhirnya banyak yang mendaftar,” pungkas dia. Sementara di wilayah Kabupaten Tulungagung program AUTP berjalan lebih baik. Setidaknya 60% dari 3.717 hektare lahan pertanian di Tulungagung telah mendaftar asuransi.

Kasi Pembiayaan dan Permodalan Dinas Pertanian Tulungagung Triwidyo Agus Basuki mengatakan, pihaknya menargetkan bisa mengasuransikan 100% lahan pertanian pada 2017 ini. “Karena itu, kita terus menggencarkan sosialisasi,” ujar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini