Masyarakat Sulit Beli Rumah, Ini yang Harus Diperhatikan!

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 22 470 1649050 masyarakat-sulit-beli-rumah-ini-yang-harus-diperhatikan-0beqsqZMdJ.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah menggenjot program sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu pun dinilai positif.

Akan tetapi pemerintah juga dinilai perlu memiliki perhatian khusus terhadap masyarakat yang berada di tengah-tengah antara kalangan MBR dan kalangan menengah atas.

Hal itu tak terlepas karena industri properti merupakan sektor yang selalu bergerak dinamis. Namun, kendalanya, menurut Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung pemerintah kekurangan data yang up to date terkait pergerakan harga di sektor properti.

"Pemerintah kekurangan data up to date. Kalau kita bicara industri properti itu industri yang dinamis," katanya dalam diskusi bersama media di Jakarta, Rabu (23/3/2017).

Industri properti, dijelaskannya tak sama dengan industri di sektor lain. Katakanlah industri perangkat elektronik dan kendaraan bermotor.

"Jadi kalau industri lain itu kan hanya melebar. Handphone, mobil itu hanya melebar, yang atas (harganya) naik ke atas yang bawah (harganya) turun ke bawah. Ya kan. Mobil sekarang di bawah Rp100 juta ada, miliaran (rupiah ada)," terangnya.

"Properti kan nggak, dia bergerak bersamaan, yang atas naik, yang bawah ikut naik. Jadi ini menjadi suatu paket yang nggak bisa terlepaskan," lanjutnya.

Ia menambahkan, jika pemerintah tak menyadari hal tersebut, dikhawatirkan masalah yang kerap dihadapi masyarakat yaitu sulit membeli rumah akan semakin mengkhawatirkan.

"Kita mau update ke pemerintah, ini loh, mudah-mudahan didengar. Bahwa faktanya sekarang seperi ini, kalau ini nggak diatasi ini bahaya" tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini