nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Raksasa Bersandar di Priok, Dampaknya Terasa dalam Jangka Panjang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 April 2017 19:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 10 320 1663805 kapal-raksasa-bersandar-di-priok-dampaknya-terasa-dalam-jangka-panjang-1W0B4aFisr.jpg Foto CEO Humpuss Intermoda Transportasi Theo (Kanan)

JAKARTA – Kemarin, kapal dengan kapasitas 9.000 TEUs bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal dengan berbendera Inggris dengan asal perusahaan Prancis ini sekaligus menjadi pengangkut kontainer paling besar yang pernah bersandar di Indonesia.

Menanggapi hal itu, CEO Humpuss Intermoda Transportasi (Tbk) Theo Lekatompessy mengatakan, ini akan ada efek multiplier dalam jangka panjang dari bersandarnya kapal raksasa tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Dalam jangka panjang iya, tapi untuk tahun ini saya rasa belum,” ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Senin (11/4/2017)

Meskipun belum terlihat efeknya, namun Theo menilai ini merupakan sesuatu yang bagus apalagi dengan kapal pengangkut kontainer dengan ukuran 9.000 TEUs yang menyandarkan kapalnya di Indonesia akan mendorong kapal-kapal besar lainnya akan mengikuti.

“Apalagi nantinya kalau tol maritim itu sudah jalan betul harusnya lebih bagus dan pelabuhan pelabuhan juga akan memperluas pelabuhannya. Jadi intinya ini akan memberikan pondasi untuk kebaikan di masa depan. Hari ini efeknya belum akan terlihat betul namun di masa depan akan terasa,” imbuhnya

Sekadar informasi, kapal besar dengan kapasitas 9.000 TEUs akan berlayar melewati Pelabuhan Tanjung Priok. PT Pelabuhan Indonesia II (IPC Pelindo) bekerjasama dengan perushaan pelayaran asal Perancis, Compagnie Maritime d'Affretment-Compagnie Genarali Maritime (CMA-GSM) untuk menghadirkan kapal kontainer generasi keempat yang direncanakan memiliki weekly call atau sandar mingguan.

Kapal tersebut memiliki bobot sebesar 95.367 ton dengan panjang 335 meter. Sementara jumlah kontainer yang diangkut dari Priok tercatat sebesar 2.300 TEUs untuk diangkut langsung ke Amerika Serikat. Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Untuk aktivitas bongkar muat direncanakan selesai dalam waktu 24 jam dengan menggunakan empat unit Gantry Luffing Crane (GLC), dengan setiap satu GLC bisa bongkar muat 25 kontainer perjam. Sehingga dalam satu jam ada 100 kontainer yang bisa dibongkar muat. Jadi dalam sehari bisa selesai 2.300 TEUs

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini