nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Humpuss Intermoda Bidik Pendapatan Tumbuh 21%

Rabu 28 November 2018 13:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 28 278 1983984 humpuss-intermoda-bidik-pendapatan-tumbuh-21-MeP045S3ku.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Tahun depan, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% yang didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.

“Tahun depan kita targetkan pendapatan tumbuh 21%, meski belakangan harga minyak dunia kembali lesu. Namun kondisi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan pada aktivitas operasional perseroan,” kata Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Budi Haryono seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Baca Juga: Kapal Raksasa Bersandar di Priok, Dampaknya Terasa dalam Jangka Panjang

Pada tahun ini, pertumbuhan industri kapal 7%—8% atau membaik dari tahun lalu yang sebesar 4,1%. Oleh karena memanfaatkan industri kapal yang diharapkan membaik ke depannya, perseroan mengalokasikan USD62 juta tahun depan untuk pembelian 5 buah kapal.

Disebutkan, dana tersebut bersumber dari kas internal dan perbankan dengan prediksi komposisi masing-masing 25% dan 75% untuk alokasi belanja modal tersebut.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah menggelontorkan investasi sebesar USD18 juta untuk pembelian 1 unit kapal LNG, USD8,7 juta untuk pembelian kapal oil tanker, dan USD11 juta untuk pembelian LPG Tanker.

Baca Juga: Anggarkan Rp17,3 Miliar, Humpuss Akan Sebar Dividen Rp2,55/Saham

Perseroan juga menginvestasikan USD20 juta untuk sebuah proyek FSRU. Selain membidik kenaikan pendapatan pada kisaran 21%, emiten dengan sandi HITS tersebut juga menetapkan target raihan laba periode berjalan pada kisaran 20%.

Di kuartal tiga 2018, Humpuss Intermoda Transportasi membukukan pendapatan usaha sebesar USD59,37 juta, meningkat 16,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan yaitu sektor LNG sebesar 37%, oil sebesar 28%, dan petrokimia sebesar 21%. Komposisi ini menuju arah seimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana LNG berkontribusi hingga 44%, oil 28% dan petrokimia hanya 15%.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,24 juta, meningkat 110,7% secara yoy.

Berdasarkan audit sementara yang dilakukan perseroan, Budi menyampaikan hingga akhir tahun perseroan diprediksi mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 18,5% dan laba periode berjalan di kisaran 26%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini