Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Bangun Perumahan Berkonsep TOD Tanpa Perhatikan Akses

Trio Hamdani , Jurnalis-Senin, 10 April 2017 |13:44 WIB
Jangan Asal Bangun Perumahan Berkonsep TOD Tanpa Perhatikan Akses
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pengembangan kawasan permukiman berkonsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan sesuatu yang dianggap seksi oleh pengembang. Banyak pengembang yang mulai mengincar untuk membangun kawasan yang berpotensi menjadi TOD.

Kawasan yang dinilai prospek menjadi kawasan TOD yakni kawasan di sekitar dibangunnya proyek Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Namun, pengembang ditekankan agar tak asal membangun perumahan di dekat proyek tersebut.

"Oh iya, itu jangan sampai (asal-asalan), nanti lebih ke konsumen jadinya. Kalau konsumen membeli di situ mestinya memang sesuai, aksesnya ke TOD," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dihubungi Okezone di Jakarta.

Ia pun menyebut, daerah dibangunnya perumahan baik tapak maupun vertikal yang paling optimal untuk mengusung konsep TOD adalah yang jaraknya menuju stasiun dapat ditempuh dalam kurun waktu 10-15 menit.

"Jadi, waktu itu saya pernah hitung-hitungan minimal 10 menit dari lokasi, 15 menit paling lama itu ke stasiun TOD terdekat. Aksesnya mesti ada," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement