Airlangga berharap, dengan adanya penguatan implementasi kebijakan penggunaan produk dalam negeri akan mendorong investor untuk mengembangkan investasi baru atau perluasan usaha yang sudah ada di Indonesia.
”Selanjutnya, kami minta agar GE Power Solutions Indonesia bisa meningkatkan aktivitas produksinya dalam menyediakan produk-produk yang berkualitas bagi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia,” ujarnya.
GE Power Indonesia Solutions Indonesia merupakan salah satu perusahaan pendukung pembangunan pembangkit listrik dalam negeri yang memiliki kemampuan untuk memproduksi boiler untuk PLTU kapasitas 1000 mw. Di Indonesia, hanya ada dua perusahaan dengan kemampuan seperti ini, yaitu GE Power Indonesia Solutions Indonesia dan PT. Cilegon Fabricator.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPLT) PT. PLN (Persero) tahun 2017-2026. Dalam RUPTL terbaru tersebut, target bauran energi untuk batubara di 2025 sebesar 50% dari total energi primer, Gas 26% dan BBM diharapkan hanya kurang dari 0,5%, sedangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 22,5%.
”Dari data tersebut, energi dari batubara masih menjadi sumber energi utama dalam penyediaan listrik. Dengan demikian, pasar untuk produk-produk pendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan khususnya PLTU Batubara masih sangat besar,” paparnya.