Image

Penghematan, Cara Astra Keluar dari Guncangan Bisnis

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 20:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 21 320 1673844 penghematan-cara-astra-keluar-dari-guncangan-bisnis-HxHLvxIXjz.jpg Sumber Foto: Astra

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) menggelar acara bincang inspiratif yang mengupas isi buku Astra on Becoming Pride of The Nation. Acara yang bertemakan 'Menggali Makna 60 Astra' ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh pemangku kepentingan Astra di Indonesia.
Juga untuk menggali lebih dalam kiprah Astra selama 6 dekade membangun bangsa melalui strategi Triple P Roadmap (Portfolio, People & Public Contribution) serta inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Head of Investor Relation Astra Tira Ardanti, Astra tidak selalu membicarakan keuntungan, Astra juga menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) yang fokus di empat bidang, yaitu Astra Untuk Indonesia Sehat, Astra Untuk Indonesia Cerdas, Astra Untuk Indonesia Hijau dan Astra Untuk Indonesia Kreatif. Semua bidang ini dijalankan secara konsisten dan mengacu pada motto Sejahtera Bersama Bangsa.

"Astra berdiri sampai hari ini ada tujuan kemanusiaan tidak hanya provit dan astra ingin sejahtera bersama bangsa," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Tira melanjutkan, tak selamanya kondisi perusahaan berada dalam keadaan terbaik. Ketika bisnis turun, perusahaan melakukan penghematan biaya produksi dan berupaya tidak mengurangi kualitas. Seluruh Insan Astra memiliki nilai-nilai yang tertanam, seperti integritas, perbaikan yang berkelanjutan, menghilangkan kemubaziran, disiplin, dan lainnya.

Operational excellence merupakan salah satu strategi manajemen yang dilakukan. Tujuannya adalah menciptakan nilai terbaik bagi pelanggan. Pelangganlah yang memicu operational excellence ini harus dijalankan dengan baik dan menghindari kesalahan sekecil apapun. Operational excellencebukan hanya bicara tentang penghematan biaya dan peningkatan keuntungan tetapi meningkatkan kepercayaan pelanggan yang akan menentukan loyalitas mereka terhadap suatu produk.

"Operational excellence ini bisa hidup subur di Astra karena adanya keteladanan dari para pemimpin, keterampilan teknis, konsistensi dan disiplin perilaku Insan Astra, dengan berbagai sistem pendukung yang menjadikan sebuah budaya yang kuat," kata Tira

Selain itu, ada InnovAstra di mana seluruh karyawan Astra terlibat dalam ajang inovasi dan dapat mendatangkan keuntungan dari berbagai sisi lain bagi perusahaan. Karyawan kemudian terbiasa mengembangkan pola pikir yang sistematis dan berorientasi untuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara inovatif.

Pada prinsipnya, setiap kegiatan Astra harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma Astra, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”.

Sebuah perusahaan besar, biasanya mengabaikan ide-ide kecil karena menganggap ide itu kurang berarti, tapi sebenarnya bisa saja bila dikembangkan. Di sinilah tugas pemimpin untuk memastikan bukan mematikan ide.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut Hadir sebagai narasumber, Fauzi Ichsan, pengamat korporasi yang sekarang menjadi Kepala Eksekutif Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Deddi Tedjakumara, Executive Director Prasetiya Mulya Executive Learning Institute dan Tira Ardanti Head of Investor Relations PT Astra International Tbk.

Ketiga narasumber membahas berbagai praktik manajemen yang dijalankan oleh Astra seperti bagaimana sebuah perusahaan dapat bertahan sampai puluhan tahun. Tentunya perusahaan tersebut membutuhkan manajemen dan sistem yang baik, mengembangkan sayap usaha ke sektor lain serta memanfaatkan potensi yang ada di negara ini.

Astra turut melakukan hal ini. Salah satu langkah nyatanya ialah kini Astra memiliki tujuh lini bisnis, yaitu automotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan & energi, agribisnis, infrastruktur & logistik, teknologi informasi serta properti.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini