nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sedihnya Menteri Susi Melihat Kerusakan Laut Indonesia

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 04 Mei 2017 18:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 04 320 1683429 sedihnya-menteri-susi-melihat-kerusakan-laut-indonesia-8c0Xe3QT2P.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti konfrensi pers (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah fokus untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan pada sektor kelautan. Salah satu hal yang dilakukan adalah melarang penggunaan cantrang sebagai alat tangkap ikan.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, hingga saat ini telah terdapat beberapa bagian dari laut Indonesia yang mengalami kerusakan karena berbagai faktor. Susi pun mengaku sedih dengan hal ini.

"Ikuti Twitter saya, hancurnya karang-karang sampai ke Raja Ampat. Kita ribut New Caledonia, crash ke karang Raja Ampat. Namun tak ada berita gimana karang kita dibom di Laut Sawu, Komodo, Raja Ampat, Wakatobi. Kalau kalian ke sana kunjungan, snorkeling saja, sedih nangis," kata Susi kepada awak media di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, apabila hal ini terus dibiarkan, masa depan laut di Indonesia terus terancam. Untuk itu, perlu langkah tegas dari pemerintah agar persoalan ini dapat segera teratasi.

"Berapa nelayan kena bom karena nangkap ikan. Kalau ini rusak sana, rusak sini, laut tak bisa jadi masa depan kita," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan cantrang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif pada kerusakan laut di Indonesia.

Aturan ini juga diterapkan mengingat besarnya jumlah kapal cantrang di Indonesia. Utamanya pada 2015 yang mencapai 10.758 unit atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2007 yakni sebesar 5.100 unit.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini