nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Coach Butuh Rp32 Triliun untuk Akuisisi Pesaingnya, Kate Spade

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 12 Mei 2017 15:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 12 320 1689438 coach-butuh-rp32-triliun-untuk-akuisisi-pesaingnya-kate-spade-X6XUqMQOk7.jpg Coach. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Setelah dispekulasikan selama sebulan, perusahaan mode premium menengah asal New York, Amerika Serikat (AS), Coach Inc, akhirnya resmi mengakuisisi pesaingnya, Kate Spade & Co.

Nilai keseluruhan transaksi akuisisi mencapai USD2,4 miliar (Rp32 triliun). CEO Coach Victor Luis mengatakan, aksi korporasi ini merupakan langkah penting untuk mengembangkan bisnis Coach agar lebih maju.

“Kate Spade merupakan merek yang sangat unik dan berbeda, serta dikenal banyak orang, terutama kaum milennial,” ujar Luis, dikutip Rebusiness Online.

“Melalui akuisisi ini, kami akan membangun rumah gaya hidup yang mewah dan modern di New York. Hal itu dapat dilihat dari keautentikannya, inovasi, dan kekhasannya,” tambahnya.

Coach, yang dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi tas kulit mewah ini, didirikan oleh Lillian dan Miles Cahn pada 1941 di Manhattan, AS. Selain tas, Coach juga memproduksi busana ready-to-wear, aksesori, sepatu, jam tangan, serta kebutuhan travelling.

Saat ini, Coach berada di urutan ke-78 merek paling bernilai di dunia versi Forbes. Pada Desember 2016, Coach menunjuk Selena Gomez sebagai duta dari brand tersebut. Adapun Kate Spade didirikan oleh Kate Spade dan Andy Spade pada 1993 di New York, AS.

Selain tas, brand ini menambah koleksinya dengan memproduksi make-up, alat tulis, serta peralatan kantor, buku agenda, parfum, jas hujan, piyama, dan kacamata. Untuk koleksi pria, brand ini meluncurkan Jack Spade yang kini dijual secara online. Kate Spade berada di urutan ke-66 kategori Innovative Growth Companies versi Forbes.

Brand ambassador Kate Spade adalah aktris Anna Kendrick. CFO Coach Kevin Wills mengatakan, akuisisi Kate Spade akan menghemat pengeluaran perusahaan sebesar USD50 juta lantaran ada peningkatan efisiensi, skala, pengelolaan inventaris, dan optimalisasi rantai suplai barang.

Kesepakatan ini akan membuat Coach menjadi peritel besar. BofA Merrill Lynch menjadi pihak yang menyediakan pembayaran dalam akuisisi itu. Coach berencana membayar keseluruhan transaksi dengan obligasi, pinjaman berjangka ke bank, dan uang tunai senilai USD1,2 miliar. Transaksi ini akan selesai pada kuartal ketiga.

Sebelumnya, pembelian Kate Spade oleh Coach hanya sebatas rumor. Namun, sejak saat itu, saham Coach merangkak naik secara signifikan. Kontributor Forbes Trefis Team menilai keputusan Coach untuk membeli Kate Spade merupakan langkah positif mengingat diskon besar-besaran membuat citra produk merek mewah anjlok.

Coach sebelumnya memutuskan mencabut diskon penjualan. Langkah serupa juga akan diterapkan di Kate Spade untuk memastikan merek tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. “Beberapa langkah akan kami ambil untuk mengurangi penjualan Kate Spade,” kata Wills.

Produk mewah dengan harga terjangkau merupakan pasar yang sangat kompetitif, tapi diskon yang terlalu besar dapat mengikis nilai merek. Dengan berada di bawah Coach, Kate Spade juga dapat memangkas biaya pengeluaran. Kate Spade menjajakan produk yang unik dan sebagian besar menyasar kaum milennial.

Mereka terus melakukan inovasi dan memproduksi produk yang lebih berwarna-warni. “Sekira 60% pasar Kate Spade adalah milennial. Dengan demikian, akuisisi ini akan memberikan akses kepada Coach untuk mendekati anak muda,” kata Trefis.

Luis menambahkan, keuntungan yang sama juga dapat dirasakan Kate Spade. Sebagai perusahaan yang berpengalaman di panggung internasional, Coach dapat menggali potensi global Kate Spade. Coach juga difavoritkan mengakuisisi merek aksesori dan alas kaki mewah asal Inggris, Jimmy Choo, yang dijual JAB Luxury senilai 1 miliar poundsterling.

Seperti dilansir The Telegraph, Coach masih melakukan reposisi mengingat mereka baru saja mengakuisisi merek alas kaki premium Stuart Witzman. Mantan Presiden Bergdorf Goodman, Joshua Schulman, telah ditunjuk menjadi Presiden & CEO Coach Brand.

Nantinya, Schulman akan bertanggung jawab terhadap semua aspek tentang Coach Brand dan memberi laporan langsung kepada CEO Coach Inc Victor Luis. Lima tahun sebelumnya, Schulman merupakan CEO Jimmy Choo dan bekerja sama dengan salah satu pendirinya Tamara Mellon.

Menurut para ahli, Coach memiliki modal yang cukup untuk membeli Kate Spade dan Jimmy Choo. Jimmy Choo awalnya dimiliki beberapa orang sejak didirikan Mellon dan seorang perancang sepatu dengan nama yang sama pada 1996. Investor Lion Capital dan TowerBrook Capital kemudian mengambil alih.

Namun, TowerBrook menjualnya kepada Labelux pada 2011. Saat itu, Schulman dan Mellon memilih pergi dari Jimmy Choo. JAB Luxury membeli Labelux pada 2014. Namun, mereka tidak tertarik dengan dunia mode dan kemewahan dan ingin fokus menjual produk kecantikan dan makanan. Sejumlah perusahaan yang tertarik dengan Jimmy Choo di antaranya yakni Anya Hindmarch, LVMH, dan Kering. Namun, sejauh ini, belum ada kesepakatan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini