Share

Kurangi Defisit Dagang, Amerika dan China Sepakat Perkuat Bisnis

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 13 Mei 2017 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 13 20 1690265 kurangi-defisit-dagang-amerika-dan-china-sepakat-perkuat-bisnis-KrrE5JNAh8.jpg Ilustrasi: Bricmagazine.co.uk.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan China akan memperluas perdagangan dan meningkatkan akses untuk perusahaan keuangan.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menjelaskan, langkah ini bagian dari rencana mengurangi defisit perdagangan AS yang sangat besar terhadap Beijing. Kesepakatan ini merupakan hasil nyata pertama dalam 100 hari perundingan dagang yang dimulai bulan lalu setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Florida untuk membahas kerja sama antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Sesuai kesepakatan, China mengizinkan impor daging sapi dari AS pada 16 Juli. “Dengan batas waktu yang sama, AS akan mengeluarkan aturan untuk mengizinkan daging ayam telah dimasak asal China ke pasar AS,” ungkap Ross, dikutip kantor berita Reuters.

Beijing juga sepakat mengeluarkan panduan untuk mengizinkan layanan pembayaran dengan kartu milik AS untuk memulai proses lisensi dalam sistem UnionPay di China. Perusahaan-perusahaan asing di China juga dapat memberikan layanan rating kredit. Perundingan dengan China itu merupakan yang terbaru dari serangkaian langkah sejak Trump menjabat pada Januari lalu yang bertujuan menyusun ulang hubungan dagang internasional AS. Trump saat kampanye berjanji menghentikan praktek dagang oleh China dan negara lain yang dianggap tidak adil bagi AS.

“Ini akan membantu kami menurunkan defisit dengan pasti. Anda perhatikan dan Anda akan melihat,” ujar Ross. Ross menjelaskan, akan ada dampak terhadap surplus perdagangan China dengan AS hingga akhir tahun. AS juga mengisyaratkan peningkatan ekspor gas alam cair (LNG). Menurut AS, China dapat menegosiasikan semua jenis kontrak, termasuk kontrak jangka panjang dengan para supplier AS. Belum pasti seberapa besar kesepakatan baru ini akan meningkatkan perdagangan antara dua negara. “Kami yakin kerja sama ekonomi China-AS menjadi tren sekarang. Kami akan terus melangkah ke depan,” ungkap Wakil Menteri Keuangan China Zhu Guangyao pada media massa di Beijing.

Saat ditanya apakah kerja sama China-AS terkait program nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) memainkan peran dalam perundingan ekonomi, Zhu menambahkan, isu ekonomi tidak boleh dipolitisasi. Ross pernah mengatakan bahwa Trump menjelaskan kepada Presiden Xi bahwa Beijing mendapat lebih banyak kesepakatan dagang jika China mengendalikan Korut. Ross menambahkan, presiden tidak ingin memperdagangkan lapangankerjaAS untukmembantu dalam masalah Pyongyang. China telah mencabut larangan impor terhadap daging sapi AS tahun lalu, tapi hanya membeli dalam jumlah sedikit.

Larangan itu sempat diberlakukan pada 2003 karena kasus bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila di negara bagian Washington. Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang, beberapa hari setelah bertemu Trump menyatakan bahwa pemulihan impor daging sapi AS dapat dikaitkan terbukanya pasar AS bagi ekspor daging ayam asal China. Operator kartu kredit AS Visa Inc dan MasterCard Inc juga belum mendapat lisensi independen untuk melakukan transaksi diChina, meskiOrganisasiPerdagangan Dunia (WTO) pada 2012 mengeluarkan mandat agar Beijing membuka sektor tersebut.

Visa menyatakan, pihaknya berminat mengajukan aplikasi untuk lisensi clearing yang dapat membantu mendukung pembangunan ekonomi di China. “Kami menyambut pengumuman hari ini dan ingin memiliki akses pasar penuh di China,” demikian pernyataan MasterCard. Grup bisnis AS ingin pemerintahan Trump mengatasi masalah ketimpangan pasar dengan Beijing, tapi tidak mendorong kedua negara menuju perang dagang. (Syarifudi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini