Image

Jadi Tuan Rumah Pertemuan IMF-World Bank, Begini Persiapan Bali

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017, 21:40 WIB
https img z okeinfo net content 2017 06 14 20 1716376 jadi tuan rumah pertemuan imf world bank begini persiapan bali HivzBiQIFJ jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bali akan menjadi tuan rumah pada kegiatan World Bank-IMF Annual Meeting pada 2018. Penyelenggaraan event internasional ini diperkirakan akan memakan anggaran hingga mencapai Rp1 triliun.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, sejumlah persiapan pun telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Bali. Kerjasama pun nantinya akan dilakukan bersama pemerintah pusat dan perusahaan BUMN.

"Ini masing-masing K/L menangani kayak simpang underpass Ngurah Rai itu (Kementerian) PU. Urusan sampah itu siapa. Urusan gedung VVIP yang tua itu BUMN, karena itu AP (Angkasa Pura) yang punya," kata Pastika di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/5/2017).

Khususnya pembangunan underpass, pemerintah melakukan tender. Nantinya, pemenang tender ini akan diumumkan pada bulan ini. Proyek ini pun ditargetkan rampung pada Agustus 2018.

Selain itu, proyek lainnya juga akan menjadi fokus bagi pemerintah untuk persiapan World Bank-IMF annual meeting. Salah satunya adalah perluasan apron bandara.

"Antara lain biar enggak macet, pertama itu underpass karena turun airport pasti macet. Itu yang paling penting. Kedua itu masalah TPA (tempat pembuangan akhir) itu. Ketiga itu mulai yang lain-lain VVIP, lalu penambahan apron pesawat di Ngurah Rai kalau sempat supaya bisa lebih banyak bandara. Saya kira itu yang paling penting," jelasnya.

Selain persiapan World Bank-IMF annual meeting, Pemerintah Bali juga tengah merampungkan pembangunan beberapa proyek infrastruktur lainnya. Hal ini pun turut dibahas dalam rapat terbatas sore hari ini di kantor Presiden.

"Ini hampir selesai tinggal diresmikan (bendungan) Titab. Kalau Telaga Waja mungkin dibatalkan karena perlu sawah. Jadi dialihkan. Kemudian saya laporkan kartu-kartu prorakyat yang diluncurkan Presiden. Saya kira untuk Bali enggak masalah berjalan dengan baik. Lalu selanjutnya IMF-World Bank meeting tahun depan. Banyak hal pertama masalah sampah yang menumpuk sudah lama, enggak bisa kita selesaikan tadi dikatakan Menteri ESDM biar diambil alih PLN," jelasnya.

Selain itu, pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir Suwung juga turut menjadi fokus pemerintah setempat. Pengelolaan tempat pembuangan sampah ini akan dilakukan bersama pihak swasta dengan mekanisme kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Kemungkinannya sesuai ketentuan bahwa dikerjakan dengan KPBU. Badan usaha ini akan bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk kelola itu," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini