Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan yang memiliki lebar 50 meter dan panjang 100 meter serta berat 1850 grosstonage itu, lanjut Ufuk Berk, akan beroperasi penuh selama lima tahun sesuai dengan kontrak yang sudah dibuat dengan pemerintah. Ufuk pun memastikan operasional kapal dapat berlangsung tanpa henti meski dilakuan pemeliharaan.
“Uptime-nya 100% selama lima tahun. Tetap ada pemeliharaan, tapi kita tidak perlu mengurangi pasokan, karena jika satu mesin diperbaiki, kita tinggal aktifkan mesin yang lain. Kita juga memungkinkan memasok sampai 480 mw, itu ada dalam kontrak kita dengan pemerintah Indonesia. Tapi itu tergantung pemerintah nantinya,” tegasnya.
Selain Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, PT Karpowership Indonesia juga mengoperasionalkan tiga kapal pembangkit lainnya di Indonesia, yakni di Kupang, Manado, dan Ambon. Kapal pembangkit listrik di Kupang memberikan pasokan listrik ke sistem di daerah itu sebesar 120 mw dari kapasitas kapal yang mencapai 120 mw.
Sementara untuk di Manado dan Ambon, masing-masing mendapatkan pasokan 60 mw dari kapasitas kapal yang beroperasi di kedua daerah itu sebesar 120 mw. Pada September 2017, PT Karpowership Indonesia juga berencana mendatangkan satu kapal lagi untuk dioperasikan di Lombok, dengan kontrak operasional mencapai 60 mw dan kapasitas kapal hingga 80-100 mw.
“Namun yang terbesar masih yang di Belawan. Ini bahkan yang terbesar di dunia,” jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.