nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mudik 2018, Menhub: Ruang Udara Masih Besar untuk Dimanfaatkan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 06 Juli 2017 21:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 06 320 1730489 mudik-2018-menhub-ruang-udara-masih-besar-untuk-dimanfaatkan-t509xPVpRY.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya telah melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan arus mudik pada tahun ini. Penyelenggaraan arus mudik sendiri dinilai lebih berhasil dibandingkan pada tahun lalu berkat sinergi pemerintah tanpa adanya ego sektoral.

"Presiden secara khusus memerintahkan kami dalam Ratas untuk melaksanakan kegiatan mudik Lebaran lebih baik dan tidak melaksanakan dengan ego sektoral," kata Menteri Perhubungan Budi Karya di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (6/5/2017).

Persiapan mudik pada tahun ini pun telah cukup lama dilakukan. Persiapan seperti ramp check hingga pemantauan secara langsung telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama pihak kepolisian. Bahkan, menurut Budi, koordinasi telah dilakukan hingga dini hari.

Menurut Budi, pada dasarnya prasarana pada mudik tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2014 lalu. Hanya saja, pemerintah telah memaksimalkan berbagai potensi yang ada, termasuk penambahan jam operasi.

"Ada satu pengamatan kita terhadap bagaimana sarana dan prasarana kita harus sediakan. Prasarana yang ada sama dengan di tahun 2014. Tidak ada perkembangan banyak, tapi bagaimana memaksimalkan. Seperti pesawat relatif sama, tapi kita buat ruang operasi menjadi lebih banyak hingga jam 24," jelasnya.

Arus mudik pada tahun ini pun lebih baik dibandingkan tahun lalu berkat pesatnya pembangunan infrastruktur. Jalan pun telah dibangun hingga 100 km dalam waktu 1 tahun.

Penerapan teknologi juga turut membantu kelancaran mudik pada tahun ini. Termasuk di antaranya adalah pemesanan tiket kapal dan kereta api. Tak hanya itu, program mudik motor gratis juga banyak diminati oleh masyarakat.

"Motor gratis sudah kita lakukan, kita buat 299.178 orang. Tapi motor karena alasan tertentu belum maksimal. Motor memang jadi PR kita untuk bisa ditingkatkan supaya mereka tidak naik motor lagi," kata Budi.

Lantas, apa yang jadi target Kementerian Perhubungan berdasarkan evaluasi arus mudik pada tahun ini?

Menurut Budi Karya, jalur udara adalah salah satu yang harus dimanfaatkan. Pasalnya, jalur udara masih memiliki potensi besar untuk mengangkut para penumpang.

"Apa yang akan kita perbaiki? Pasti kalau domain perhubungan adalah sarana. Sarana pesawat pada dasarnya dengan pertumbuhan mendekati 10%. Jadi ada shifting dari darat ke udara. dan shifting ke laut. Udara masih punya ruang yang besar dengan slot tambahan 3 jam kita bisa mengangkut lebih dari 200 ribu orang. Laut juga demikian," kata Budi.

Evaluasi juga dilakukan pada moda transportasi darat. Menurut Budi, bus nantinya akan menjadi fokus pengembangan berikutnya dari pemerintah.

"Bus juga tahun ini belum terlalu layak. Dengan kita melakukan perbaikan bus dan terminalnya, kita harapkan ada satu keinginan untuk menggunakan. Bus punya keunggulan point to point. Misal sampai ke Banyuwangi bisa di depan rumah kita langsung. Kita akan kembangkan competitiveness-nya," kata Budi.

Tak hanya itu, layanan pada pengguna kereta api juga akan ditingkatkan. Diharapkan, akan semakin banyak pemudik yang akan menggunakan angkutan umum untuk menekan angka kecelakaan.

"2020 kita akan buat kereta api semi high speed dari Jakarta ke Surabaya. Dan yang lain harus kita improve seperti motor dan kelayakan bus," tuturnya.

Seperti diketahui, penumpang mudik bareng pada tahun ini tercatat mengalami peningkatan. Tercatat, jumlah penumpang mencapai 18,6 juta pemudik atau meningkat dari tahun 2016 sebesar 18,1 juta pemudik. 

Namun, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi juga mengalami peningkatan. Berikut adalah data kendaraan pribadi di jalan nasional dan jalan tol:

1. Jalan Nasional

- Mobil Pribadi: 3,1 juta kendaraan (naik 40,25% dibandingkan tahun lalu)

- Sepeda Motor: 6,3 juta kendaraan (naik 152,94% dibandingkan tahun lalu)

2. Jalan Tol 

- Mobil Pribadi: 4,2 juta kendaraan (naik 2,95% dibandingkan tahun lalu)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini