Image

Yuk Intip, Manisnya Peluang Bisnis Jambu Madu di Pontianak

ant, Jurnalis · Senin 10 Juli 2017, 16:52 WIB
https img o okeinfo net content 2017 07 10 320 1732858 yuk intip manisnya peluang bisnis jambu madu di pontianak ozZ7C7Lfr0 png Foto: Antara

PONTIANAK - Jambu madu mulai diminati oleh masyarakat di Pontianak saat ini. Kondisi tersebut menjadi peluang tersendiri bagi Michael petani jambu madu, yang menjadikannya sebagai peluang bisnis.

"Saat ini jambu madu yang saya tanam sudah berbuah. Peminatnya sangat ramai bahkan buahnya sudah dipesan orang ketika masih berukuran kecil, walaupun transaksinya tetap saat buah sudah dipanen," ujarnya di Pontianak, Senin (10/7/2017).

Ia menjelaskan saat ini di area seluas setengah hektare yang berada di Jalan A Yani II, Kubu Raya tertanam 200 induk produktif. Sejak empat bulan silam, di mana dimulainya panen jambu madu, telah terkumpul pendapatan bersih sekira Rp50 juta.

"Saya tidak menyangka sampai orang bisa suka dan seperti tadi belum masak sudah dipesan. Mungkin buahnya dan rasanya berbeda dengan buah di pasaran," kata dia.

Ia menambahkan, untuk memasarkan buah jambu madunya, ia tidak aneh-aneh, pelanggan datang ke kebun lalu bertransaksi. Untuk promosi, ia hanya menggunakan WhatsApp pribadi dan Instagram di akun @GreenHoney1.

"Saya hanya menjual buah kepada pelanggan rumahan saja, pasalnya produksi kebunnya tidak mampu untuk masuk ke toko buah maupun supermarket. Ini saja permintaan tidak pernah kosong,” tuturnya.

Hanya menjual melalui mulut ke mulut, ia sudah mendapat pelanggan tetap.

Ia memaparkan bahwa dalam satu pohon mampu menghasilkan 8-10 kilogram buah. Michael mematok harga Rp45.000 per kilogram untuk buah A (sortiran ukuran besar) dan Rp35.000 per kg untuk grade B.

Adapun buah grade C dijual Rp25.000/kg. Sementara buah yang berukuran kecil dan cacat tidak dijualnya.

"Saya juga menjual tanah olahan, pupuk, dan ratusan bibit jambu. Harga bibit jambu madu Rp50.000/pohon dengan ketinggian kurang dari 60 cm. Sedangkan bibit semiinduk senilai Rp200.000 per pohon," paparnya.

Dikatakannya, jenis jambu airnya tersebut memang berbeda, ukurannya lebih besar dan berat dari jambu air kebanyakan. Selain itu, buah ini sangat padat, sehingga tak mudah pecah.

Rasanya sangat manis, tak heran harga jualnya tinggi. Peluang jual jambu air jenis madu ini sangat besar.

"Permintaan rumahan saja saya tidak terpenuhi apalagi supermarket. Sedangkan petani yang fokus mengembangkan jambu ini hanya sedikit mungkin saya saja yang besar," kata dia.

Ke depan dan sudah ada beberapa, ia telah membina petani lainnya yang ada di Kubu Raya untuk mengembangkan jambu madu. Dengan pembinaan yang ada dan kerja sama yang dibangun, ia menargetkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya mungkin fokus menampung jambu petani nantinya. Saya akan mencarikan pasar dan menjualkan produk mereka. Bibit dan pupuk saya akan siapkan untuk petani lainnya," papar dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini