Share

Ingat! Indonesia Bisa Hemat USD5 Miliar dari Efisiensi Pembangkit Listrik

Feby Novalius, Okezone · Rabu 19 Juli 2017 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 320 1739904 ingat-indonesia-bisa-hemat-usd5-miliar-dari-efisiensi-pembangkit-listrik-7hfmrpRHUb.jpg Ilustrasi: okezone

JAKARTA - Analisis ekositem energi General Electric menilai jika Indonesia mampu memaksimalkan efisiensi aset pembangkit listrik, baik yang dimiliki negara maupun aset yang baru, maka hasilnya Indonesia dapat menghemat miliaran hingga triliunan Rupiah.

CEO General Electric Indonesia Handry Satriago mengatakan, menurut penelitian jika pembangkit listrik di-upgrade maka Indonesia mampu menghemat lebih dari USD5 miliar, sedangkan pengoptimalan pembangkit setelah dikelola secara digital dapat menghemat lagi biaya sebesar USD10 miliar dalam siklus produksi listrik, transmisi, dan distribusi aset di Indonesia.

"Tidak hanya itu, ini juga sekaligus mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Jika diterapkan maksimal, hal ini juga mengurangi emisi karbon lebih dari 80 juta ton per tahun," ujarnya dalam acara Powering Indonesia 2017, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurut Handry, kemampuan Indonesia untuk tumbuh secara ekonomi maupun sosial, bergantung kepada ketersediaan listrik, dan bagaimana cara kita memproduksi listrik tergantung kepada kemampuan kita membiayainya, menjamin ketersediaannya terus-menerus dan keamanannya.

Sementara itu, Handry menilik, perlu juga menyadari bahwa industri energi Indonesia sedang mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hal ini memerlukan pemahaman luas mengenai lanskap energi yang terus berubah.

Berbagai perubahan ini didorong oleh perkembangan teknologi, keprihatinan yang meningkat terhadap dampak lingkungan, perilaku konsumen yang selalu berubah, kebijakan-kebijakan baru, naik-turunnya ketersediaan dan harga bahan bakar, serta keterbatasan sumber daya.

“Inilah alasan kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dapat mengetahui tantangan-tantangan utama yang harus dihadapi oleh pelaku industri kelistrikan. Sehingga ada aspirasi dapat bertemu dengan upaya nyata untuk mengatasi beragam tantangan listrik dan pada akhirnya membangun sebuah ekosistem energi yang secara khusus dapat memenuhi kebutuhan Indonesia yang unik,” tukas Handry.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini