Share

Waduh! ExxonMobil Keluar dari Blok East Natuna

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 320 1741427 waduh-exxonmobil-keluar-dari-blok-east-natuna-NE0wpycZ9N.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ExxonMobil telah mengembalikan 100% pengelolaan blok East Natuna. Artinya, perusahaan Amerika Serikat (AS) tersebut tidak lagi menjadi bagian dalam konsorsium East Natuna.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, sejak dijajakinya kerjasama untuk men-develop East Natuna, di mana Pertamina mendapat hak partisipasi sebesar 42,5%, ExxonMobil 42,5% dan PTT Exploration and Production 15%, pemerintah meminta di agar pada awal tahun proyek tersebut segera dikerjakan.

Mereka (konsorsium East Natuna) pun langsung melakukan kajian teknis dan pemasaran (Technical and Market/TMR) sebelum nantinya ada tanda tangan kontrak dengan tim Pertamina dengan ExxonMobil dan PTT sebagai konsorsium.

"Singkat cerita kemudian dikirimlah surat dari Exxon yang menegaskan bahwa blok dikembalikan ke pemerintah 100% karena tidak ekonomis dalam portofolionya," ujarnya di pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Berjalannya waktu, lanjut Arcandra, kontrak ExxonMobil akan diberikan Pertamina, dengan catatan Exxon akan membantu Pertamina terkait dengan teknologi dan data. Tapi dengan mempertimbangkan keekonomian blok tersebut, Exxon tetap mengembalikan 100% blok kepada pemerintah.

"Jadi jalan kita tempuh negosiasi dengan baik. Kita juga kerja baik dengan Exxon. Sampai akhirnya datang petingginya Mike Albert, di situ tercetus Exxon melihat keekonomian tidak masuk karena gas di sana tinggi 72%,"tuturnya.

Atas dasar hal ini, ExxonMobil secara ikhlas memberikan 100% kepada pemerintah. Ditegaskan Arcandra keputusan Exxon bukanlah mundur dari pengelolaan Blok Masela, hanya saja dari portofolionya blok East Natuna tidak ekonomis.

"Jadi bukan mundur, mereka secara ikhlas, karena pemerintah Indonesia ingin blok di-develop sementara Exxon tidak masuk," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini