"Jadi jalan kita tempuh negosiasi dengan baik. Kita juga kerja baik dengan Exxon. Sampai akhirnya datang petingginya Mike Albert, di situ tercetus Exxon melihat keekonomian tidak masuk karena gas di sana tinggi 72%,"tuturnya.
Atas dasar hal ini, ExxonMobil secara ikhlas memberikan 100% kepada pemerintah. Ditegaskan Arcandra keputusan Exxon bukanlah mundur dari pengelolaan Blok Masela, hanya saja dari portofolionya blok East Natuna tidak ekonomis.
"Jadi bukan mundur, mereka secara ikhlas, karena pemerintah Indonesia ingin blok di-develop sementara Exxon tidak masuk," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.