Agus Marto Pede Konsumsi Bakal Meroket di Semester II

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 320 1741665 agus-marto-pede-konsumsi-bakal-meroket-di-semester-ii-i3go3JEyPU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan konsumsi pada triwulan II 2017 berpotensi sedikit melambat. Hal ini tercermin dari perlambatan pertumbuhan penjualan retail.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, konsumsi masih sedikit melemah dikarenakan korporasi dan perbankan Indonesia yang masih dalam kondisi konsolidasi.

"Lalu kemarin kita optimis dengan kenaikan harga-harga komoditi Indonesia kuartal ke IV tahun 2017 dan kuartal I 2017," ungkap Agus di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Sementara itu, penyebab lainnya adalah pengusaha yang masih ingin menunggu apakah harga komoditi dunia akan terus tinggi atau ada koreksi karena di kuartal II ada koreksi. Karena menunggu hal tersebut maka pengusaha belum melakukan ekspansi usahanya.

"Lalu kita lihat ekspansi kredit belum cukup tinggi dan ini semua adalah karena konsolidasi perbankan dan korporasi masih memerlukan waktu," jelasnya.

Namun, Agus mengatakan Indonesia cukup senang dari sektor investasi khususnya pembangunan yang ada kenaikan. Di mana di kuartal I juga ada kenaikan ekspor tetapi di kuartal ke II harga sedikit menurun tapi ini adalah siklus yang wajar terjadi.

"Kalau kita lihat investasi pembangunan di dalamnya itu yang banyak adalah dunia usaha yang khususnya sumber daya alam, di perkebunan, pertambangan, penggalian, itu peningkatan investasinya baik dan itu biasanya investasi pembangunan itu ya untuk beli mesin, peralatan," tuturnya.

Selain itu, Agus juga mengatakan harga minyak dunia di bulan Juli 2017 diperkirakan akan ada penurunan, yang awalnya harga rata-rata di atas USD50 sekarang ini akan diperkirakan lebih rendah dari sebelumnya. Hal ini antara lain karena stok dari pada energi AS yang tinggi, kemudian OPEC juga memperkirakan negara seperti Iran atau yang lain tetap memproduksi di atas kesepakatan OPEC.

"Jadi harga minyak juga turun. Tapi saya katakan konsumsi itu akan meningkat di semester ke II," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini