nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simak! Incar Pasar Ekspor ke Nigeria, Pemerintah Segera Ajukan PTA ke ECOWAS

ant, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 16:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 26 320 1744333 simak-incar-pasar-ekspor-ke-nigeria-pemerintah-segera-ajukan-pta-ke-ecowas-8aG1Zvkfxo.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

LAGOS - Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan mengajukan proposal Persetujuan Preferensi Perdagangan (PTA) ke Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam upaya untuk mendorong kinerja ekspor ke pasar ekspor nontradisional khususnya Nigeria.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Investasi Nigeria Okechukwu Enelamah, Pemerintah Nigeria memberikan respons sangat positif terkait keinginan Indonesia tersebut.

"Kita mengajukan PTA. Ini sudah bisa menyangkut secara keseluruhan, apakah bilateral atau dengan ECOWAS. Responnya sangat luar biasa," kata Enggartiasto kepada Antara di Lagos, Nigeria, Selasa 25 Juli 2017 waktu setempat.

ECOWAS beranggotakan sebanyak 15 negara. Anggota-anggota ECOWAS tersebut adalah Nigeria, Benin, Burkina Faso, Tanjung Verde, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading, Liberia, Mali, Niger, Senegal, Sierra Leone, dan Togo.

Enggartiasto mengatakan, rencana pemerintah mengajukan proposal PTA ke ECOWAS tersebut antara lain untuk meminta penyesuaian tarif produk. Salah satu tarif yang dikenakan cukup tinggi adalah untuk komoditas minyak sawit mentah (CPO) yang mencapai 35% ke Nigeria.

Selain itu, Pemerintah Nigeria juga memiliki kebijakan untuk membatasi besaran importasi produk tertentu dengan alasan menjaga stabilitas pasar valuta asing.

Beberapa komoditas yang masuk dalam daftar tersebut antara lain adalah inti sawit, produk minyak sawit dan minyak sayur, beras, margarin, furnitur, dan lain-lain.

"Soal CPO, mereka mengatakan agar Indonesia mengajukan list bersama dengan PTA. Mereka menyatakan bahwa PTA dan kerjasama lain itu bisa selesai dalam waktu singkat. Keinginan saya, neraca perdagangan seimbang, tidak mau ada defisit terlalu jauh," kata Enggartiasto.

Pada 2016, total perdagangan antara Indonesia dan Nigeria mencapai USD1,6 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD310,8 juta dan nilai impor sebesar USD1,28 miliar. Defisit bagi Indonesia sebagian besar berasal dari impor minyak dan gas.

Sementara jika dilihat dari sektor non-migas, sesungguhnya Indonesia mengantongi surplus USD302,72 juta. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit, dan turunannya seperti halnya ekspor utama negara-negara Asia Tenggara ke Afrika yaitu antara lain obat-obatan dan bumbu-bumbu.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Nigeria tersebut, juga dihadiri Presiden ECOWAS Marcel De Sousa. Enggartiasto menyatakan bahwa Presiden ECOWAS tersebut juga memberikan respon positif kepada delegasi Indonesia untuk melakukan PTA.

"Presiden ECOWAS menyatakan, mereka tidak hanya mau ekspor saja, akan tetapi juga mendorong Economic Partnership Agreement untuk lebih banyak membuka peluang investasi karena mereka memerlukan lapangan kerja yang besar," kata Enggartiasto.

ECOWAS atau yang disebut sebagai Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat merupakan perkumpulan 15 negara Afrika barat yang didirikan pada 1975. Tujuan utama pembentukan ECOWAS untuk mendorong adanya integrasi ekonomi di wilayah tersebut.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini