Share

Exxon Hengkang, Pemerintah Akan Tawarkan Blok East Natuna pada Inpex?

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 320 1744577 exxon-hengkang-pemerintah-akan-tawarkan-blok-east-natuna-pada-inpex-247bPTPtxe.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ExxonMobil telah mengembalikan 100% pengelolaan Blok East Natuna. Exxon pun tak lagi menjadi bagian dalam konsorsium Blok East Natuna.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah akan mulai mencari pengganti Exxon pada pengelolaan Blok East Natuna. Salah satu perusahaan yang dilirik adalah Inpex yang merupakan perusahaan asal Jepang.

 Baca juga: Exxon Mundur dari Blok East Natuna, Menko Luhut: Nanti Saya Cek!

"Ya dia keluar kita tawarin sekarang kepada (yang) lain. Ya mungkin Inpex, mungkin mana," kata Luhut saat ditemui usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Namun, Luhut belum dapat memastikan perusahaan lainnya yang akan menjadi bagian dari konsorsium pengelolaan Blok East Natuna. Artinya, masih dibutuhkan waktu untuk memastikan kerja sama Blok East Natuna ini.

"Ya paling tidak sekarang Inpex atau Jepang atau ya di apa, Inpex itu kan punyanya MITI (The Japanese Ministry of Trade and Industry)," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, sejak dijajakinya kerja sama untuk Blok East Natuna, pemerintah meminta agar pada awal tahun proyek tersebut segera dikerjakan. Pertamina pun sebelumnya mendapatkan hak partisipasi sebesar 42,5%, ExxonMobil 42,5%, dan PTT Exploration and Production 15%.

Konsorsium Blok East Natuna pun langsung melakukan kajian teknis dan pemasaran (Technical and Market/TMR) sebelum nantinya terdapat tanda tangan kontrak dengan tim Pertamina dengan ExxonMobil dan PTT sebagai konsorsium.

Seiring berjalannya waktu, kontrak ExxonMobil akan diberikan Pertamina, dengan catatan Exxon akan membantu Pertamina terkait dengan teknologi dan data. Namun, dengan mempertimbangkan keekonomian blok tersebut, Exxon tetap mengembalikan 100% blok kepada pemerintah.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini