Share

Exxon Mundur dari Blok East Natuna, Menko Luhut: Nanti Saya Cek!

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 320 1741681 exxon-mundur-dari-blok-east-natuna-menko-luhut-nanti-saya-cek-VrSkSJEkGH.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ExxonMobil telah mengembalikan 100% pengelolaan blok East Natuna. Artinya, perusahaan Amerika Serikat (AS) tersebut tidak lagi menjadi bagian dalam konsorsium East Natuna.

Padahal sejak dijajakinya kerjasama untuk men-develop East Natuna, ExxonMobil mendapat hak partisipasi sebesar 42,5%. Surat ExxonMobil terkait penyerahan kembali 100% pengelolaan blok East Natuna kepada pemerintah pun sudah diterima Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam surat tersebut ExxonMobil menyampaikan bahwa tingginya karbondioksida (CO2) sebesar 72% di blok East Natuna membuat tidak ekonomi blok tersebut. Meskipun ada potensi gas sebesar 46 TCF atau lebih besar dari empat kali lipat dari potensi gas di blok Masela.

Ketidakikutsertaan ExxonMobil dalam pengelolaan blok East Natuna ternyata tidak diketahui Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Dia mengaku akan mencari tahu kenapa ExxonMobil menilai tidak ekonomis blok tersebut.

"Saya belum tahu, saya cek," tegas Luhut saat mengetahui ExxonMobil mundur dari blok East Natuna, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, sejak dijajakinya kerjasma untuk men-develop East Natuna, Pertamina mendapat hak partisipasi sebesar 42,5%, ExxonMobil 42,5%, dan PTT Exploration and Production 15%, pemerintah meminta di awal tahun ini projek tersebut segera dikerjakan.

Mereka (konsorsium East Natuna) pun langsung melakukan kajian teknis dan pemasaran (Technical and Market/TMR) sebelum nantinya ada tanda tangan kontrak dengan tim Pertamina dengan ExxonMobil dan PTT sebagai konsorsium.

"Singkat cerita kemudian dikirimlah surat dari Exxon yang menegaskan bahwa blok dikembalikan ke pemeritah 100% karena tidak ekonomis dalam portofolionya," ujarnya.

Berjalannya waktu, lanjut Arcandra, kontrak ExxonMobil akan diberikan Perttmina, dengan catatan Exxon akan membantu Pertamina terkait dengan teknologi dan data. Tapi dengan mempertimbangkan keekonomian blok tersebut, Exxon tetap mengembalikan 100% blok kepada pemerintah.

"Jadi jalan kita tempuh negosisi dengan baik. Kita juga kerja baik dengan Exxon. Sampai akhirnya datang petingginya Mike Albert, disitu tercetus Exxon melihat keekonomian tidak masuk karena gas di sana tinggi 72," tuturnya.

Atas dasar hal ini, ExxonMobil secara ikhlan memberikan 100% kepada pemerintah. Ditegaskan Arcandra keputusan Exxon bukanlah mundur dari pengelolaan Blok Masela, hanya saja dari portofolionya blok East Natuna tidak ekonomis.

"Jadi bukan mundur, mereka secara ikhlas, karena pemerintah Indonesia ingin blok di develop sementara Exxon tidak masuk," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini