nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keterlibatan Swasta di Proyek Strategis Dipamerkan ke Presiden World Bank

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 21:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 26 320 1744582 keterlibatan-swasta-di-proyek-strategis-dipamerkan-ke-presiden-world-bank-Uau9YGyA6T.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melalukan pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Pertemuan ini dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Turut hadir dalam pertemuan ini sejumlah jajaran Menteri Kabinet Kerja. Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 Baca juga: Ke Istana, Apa Saja yang Dibahas Presiden World Bank dengan Jokowi?

Selain itu, juga turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun juga hadir dalam pertemuan ini.

Menurut Darmin, dalam pertemuan ini Bank Dunia sempat membahas persepsi pihak asing terkait proyek pembangunan di Indonesia. Indonesia pun dinilai perlu melibatkan pihak swasta secara lebih besar pada berbagai proyek.

"Sebetulnya presiden Kim itu hanya menyatakan, ada persepsi di luar bahwa peranan swasta itu perlu diberi lebih besar," kata Darmin saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Pemerintah pun menunjukkan kepada Bank Dunia bahwa saat ini Indonesia telah melibatkan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur. Bahkan, lebih dari 50% proyek stategis nasional dibangun dengan bersama pihak swasta.

"Kita sudah tunjukkan angkanya. Sebetulnya 57%, lebih dari 50% proyek strategis kita itu yang membiayai swasta.

Sehingga Presiden Kim bilang itu persepsi. Saya enggak bilang itu benar. Persepsi ya perlu didengarkan juga," ujar Darmin.

Darmin melanjutkan, pemerintah juta telah memiliki skala prioritas dalam membangun infrastruktur. Bagi proyek yang dianggap menguntungkan, pemerintah menyerahkan kepada pihak swasta atau BUMN.

"Saya sudah bilang bahwa kita menjelaskan, bagi proyek yang profitable itu pilihannya swasta atau BUMN, dua-duanya itu terbuka. Dalam hal yang lebih mendesak memang biasanya kita mengutamakan BUMN, karena kalau swasta persiapannya bisa 2 tahun, baru mulai ditawarkan, feasibility study dulu. Tapi kalau BUMN mungkin bisa kerjakan sehingga kita terima ada persepsi, kita juga dengar BUMN itu terlalu besar peranannya, tapi ya kita mengatakan dalam hal kita perlu, apalagi kalau mendesak," ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, ekonomi Indonesia yang berhasil tumbuh hingga di atas 5% turut membuat cemburu negara lainnya. Jim Yong Kim pun telah mendengar secara langsung dari Presiden Joko Widodo tentang keinginan pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih cepat.

"Alasan kita berada di sini adalah karena Indonesia dan pimpinan Presiden Jokowi memiliki cita-cita besar bagi negara dan rakyat. Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan lebih dari 5% yang akan membuat cemburu mayoritas negara di dunia. Presiden Jokowi telah mengatakan bahwa ia ingin pergi lebih cepat dari itu. Dan pada tingkat yang akan menjadikan Indonesia negara berpenghasilan tinggi dalam masa depan yang tidak begitu jauh," kata Jim Yong Kim di Kompleks Istana Kepresidenan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini